Dugaan Keracunan Massal di Bogor, Pemkot Tunggu Hasil Lab untuk Tetapkan KLB

Keracunan
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin didampingi Penanggung Jawab SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani, Eko Ariyanto, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (9/5/2025). Foto : timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGOR– Pemerintah Kota Bogor masih menunggu hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan makanan yang menimpa 171 siswa di sekolah mitra Yayasan Bosowa Bina Insani (BI), sebelum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Sampel makanan dan lainnya saat ini sedang diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor melalui Labkesda.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat meninjau langsung ke lokasi sekolah, Jumat (9/5/2025).

“Saya ditugaskan meninjau langsung serta berdiskusi dengan pihak yayasan. Sampel makanan, tempat makan, air yang digunakan untuk memasak, dan muntahan dari pasien sedang diperiksa. Hasilnya mudah-mudahan bisa diketahui hari Minggu,” jelas Jenal.

Jenal menegaskan bahwa Pemkot Bogor tidak terlibat langsung dalam proses produksi dan distribusi makanan, namun tetap bertanggung jawab atas keselamatan siswa yang merupakan warga Kota Bogor.

“Kami pastikan korban mendapat pengobatan yang ditanggung pemerintah. Dinas Kesehatan akan mengunjungi korban di RS Hermina dan RS Islam,” tambahnya.

Terkait kekhawatiran sejumlah siswa yang trauma untuk mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jenal menyebut akan ada evaluasi menyeluruh, termasuk soal waktu distribusi makanan setelah uji organoleptik dilakukan.

“Bisa jadi, jarak waktu antara uji organoleptik dan konsumsi terlalu jauh. Ini akan kami evaluasi. Apakah uji dilakukan pagi, tetapi anak-anak baru makan siang? Itu bisa mempengaruhi kualitas makanan,” ujarnya.

Jenal menegaskan bahwa evaluasi dan langkah selanjutnya akan ditentukan usai hasil laboratorium keluar. Pemkot Bogor juga akan menggelar rapat khusus bersama Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait.

“Semua pihak harus saling mendukung. Ini program nasional yang bertujuan baik dan harus dilaksanakan dengan standar tinggi,” tuukasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani, Eko Ariyanto, menyatakan pihaknya bertanggung jawab dan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta Dinas Kesehatan.

“Kami sudah menyerahkan sampel makanan ke Labkesda dan menunggu hasilnya. Kami juga sudah mengunjungi beberapa siswa terdampak sebagai bentuk tanggung jawab kami,” kata Eko.

Eko juga memastikan bahwa makanan tetap diproduksi dan didistribusikan untuk siswa yang tidak menunjukkan gejala, berdasarkan koordinasi dengan BGN.

“Setiap kali selesai memasak, kami lakukan uji organoleptik, makanan dicicipi oleh guru yang mendampingi sebelum dikemas dan didistribusikan,” tambahnya.

Editor: B. Supriyadi 

Baca Juga :  Diresmikan, Bupati Bogor Rudy Susmanto Apresiasi Dapur SPPG dan Sentra Edukasi Gizi Lanud ATS Wujud Nyata Sinergi Bangun Generasi Sehat

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel