Pemasangan Traffic Light di Simpang Pakansari Dibilang Terburu-buru, Netizen: Mirip Jodoh Paksa

Traffic Light
Foto tangkapan layar instagram @bogorkerasz .

TIMETODAY.ID, BOGOR Traffic Light atau lampu merah di simpang Stadion Pakansari yang belum lama ini diresmikan kini sukses membuat lalu lintas macet. Warganet menyambut hangat fenomena ini dengan tawa getir.

Dilihat timetoday.id, Minggu (22/6/2025) video yang diunggah akun Instagram @bogorkerasz memperlihatkan kondisi sejumlah kendaraan tampak mengular di simpang tersebut dan telah ditonton hampir 48 ribu kali, dengan komentar yang beragam, dari frustrasi hingga pasrah.

“Sudah kuduga… Tapi apalah daya, kita cuma rakyat biasa, ikut aja,” tulis akun tersebut, menyuarakan aspirasi kolektif masyarakat yang kini harus menjadikan kemacetan sebagai rutinitas nasional.

Beberapa warganet bahkan memberikan apresiasi terselubung.

“Niatnya supaya keliatan kerja, malah ngerjain rakyat. Balikin jalur cepet Pemda kayak dulu lagi, woy!” – @mardian93

“Sekalinya ngasih solusi, eh malah nambahin masalah. Keren sih. Wkwkwk,” – @rayhan.bass

“Emang ada yang bilang atasi kemacetan? Siapa yang bilang? Nggak ada kan?” – @saiful_hidayat16

Tak mau kalah, akun @foto.kaka menyumbang pengamatan lalu lintas tingkat lanjut:

“Macet banget gegara ada lamer (lampu merah). Sebelumnya malah lancar banget!”

Beberapa komentar menyebut keputusan pemasangan lampu merah ini seperti terburu-buru, seperti jodoh yang dipaksakan orang tua.

“Terlihat tidak ada kajian. Hari biasa aja macet, gimana pas weekend?” – @muhamadfarid7

Dikabarkan sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor kembali membuat gebrakan luar biasa yang mungkin bisa masuk nominasi “Rekayasa Lalu Lintas Terbaik Versi Warganet 2025”.

Pada Jumat (13/6/2025), mereka melakukan uji coba pembukaan simpang traffic light di kawasan Bappenda, dengan harapan besar, mengurai kemacetan yang sudah seperti legenda urban di U-turn Cibinong City Mall (CCM) dan jalur menuju Pakansari.

Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, tampil percaya diri saat menyampaikan langkah ini sebagai “solusi jangka pendek”.

Katanya, ini bagian dari strategi jitu agar masyarakat bisa meluncur ke Pakansari atau Tol Sentul tanpa perlu melewati jalur berliku seperti di game Mario Kart.

 “Harapannya, masyarakat bisa lebih mudah langsung ke Pakansari atau Tol Sentul,” lanjutnya,

Selain bermain-main dengan arus lalu lintas, Dishub juga sedang sibuk menggeser pedestrian dan mempercantik rambu lalu lintas yang, menurut beberapa warga, “belum kelihatan tapi katanya ada”.

“Evaluasi awal kita utamakan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Pedestrian akan sedikit digeser dan rambu-rambu segera kita lengkapi sesuai ketentuan,” ujar Bayu.

Masa uji coba ini tentu saja tak lengkap tanpa kehadiran petugas Dishub di setiap sudut. Seolah-olah kita sedang menonton pertunjukan teater lalu lintas yang diiringi peluit dan gestur tangan ala koreografi dadakan.

“Kami ingin masyarakat terbiasa dengan pengaturan baru ini. Jangka panjangnya, biar nggak perlu banyak personel berjaga,” katanya.

Namun seperti biasa, tidak semua pihak terkesan. Beberapa pedagang di sekitar lokasi mengeluh karena akses pembeli jadi membingungkan. Tapi, tenang saja, karena Bayu punya satu kalimat pamungkas.

“Kalau ada sedikit penyesuaian dari warga, khususnya pedagang, kami harap bisa memahami karena ini untuk kepentingan umum yang lebih besar,” ucapnya.

Akhir kata, Bayu menegaskan bahwa pembukaan simpang ini bukan cuma soal lampu merah-hijau, tapi simbol peradaban.

“Harapannya, kemacetan yang selama ini terjadi bisa terurai, masyarakat lebih nyaman, dan perjalanan menjadi lebih efisien,” tuntasnya.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Dishub Kabupaten Bogor Tertibkan Parkir di Sekitar Simpang Cibinong, Dukung Kelancaran Lalu Lintas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel