TIMETODAY.ID — Di balik sosoknya yang penuh semangat dan celotehnya yang khas di dapur MasterChef Indonesia Season 10, King Abdi menyimpan kisah pahit tentang pengkhianatan, perjuangan hidup, dan bangkitnya seorang chef dari bawah.
Pria bernama lengkap Amrizal Nuril Abdi, lahir di Malang, 2 Mei 1992. Dikenal luas sebagai food vlogger lewat kanal YouTube Jajan Mercon Official, ia bukan nama asing bagi pecinta kuliner Malang dan sekitarnya. Namun di balik layar, perjalanan Abdi tidak semulus sambal mercon yang pedasnya menggoda itu.
Dari Dapur Ibu Hingga Kantin Sekolah
Ketertarikannya pada dunia masak-memasak tumbuh sejak dini. Di usia kelas tiga SD, ia sudah lihai mengolah sambal terong dan sayur asam, belajar langsung dari sang ibu yang memasak di dapur rumah.
“Bawang putih aku tusuk, aku bakar, aku cobain. Oh, bawang putih tuh begini. Bawang merah aku tusuk di kompor yang pakai minyak gas, aku coba, sampai akhirnya aku bisa masak,” kenang Abdi saat menjadi bintang tamu di acara FYP TRANS7.
Masa kecil yang penuh keterbatasan membentuk semangat juangnya. Bersama sang istri, ia bahkan sempat berjualan di kantin sekolah sambil menggendong bayi mereka yang baru lahir.
Melejit dengan Cita Rasa dan Konten
Tak sekadar berbagi resep, King Abdi merambah bisnis kuliner lewat brand Sego Meduro Bangsad, yang kini telah memiliki enam cabang di berbagai kota termasuk Surabaya. Ia juga berada di balik kesuksesan beberapa brand makanan selebritas seperti Dadar Beredar (mendiang Babe Cabita), Sego Tempong Negoro (Vicky Nitinegoro), hingga Nasi Kulit Maigun (Ivan Gunawan).
Namun, nama King Abdi belakangan mencuat bukan hanya karena prestasi, tetapi karena curhat emosionalnya yang viral: ia mengaku didepak secara sepihak dari bisnis kuliner bebek terkenal.
“Saya Ditelepon, Didepak”
Dalam wawancaranya bersama kanal YouTube KasiSolusi, Abdi menceritakan bahwa ia awalnya dijanjikan terlibat dalam sebuah bisnis kuliner bebek milik figur publik. Ia menyumbangkan konsep dan resep — termasuk racikan bebek andalannya.
“Saya dulu itu kan goblok. Saya adalah pekarya makanan, orang yang menciptakan sebuah makanan,” ujarnya lirih.
“Saya dijemput, disuruh masak, ditanyain konsepnya segala macam. Terus (sekarang) saya dibilang ngeklaim,” lanjutnya.
Abdi menyebut hanya dijanjikan 5 persen dari keuntungan. Namun alih-alih berkembang bersama, ia mengaku justru dikeluarkan diam-diam lewat telepon.
“(Ternyata) Didepak, ditelepon, benar-benar didepak,” ucapnya.
Ia tak menyebut langsung nama brand ataupun figur publik yang dimaksud, namun publik mulai berspekulasi, hingga akhirnya sang rekan bisnis, komika Tretan Muslim, angkat bicara.
Klarifikasi dari Tretan Muslim
Tretan membantah tuduhan King Abdi. Menurutnya, Abdi memang mendapat bagian 5 persen, namun dari partner bisnisnya, bukan dari bisnis Bebek Carok miliknya. Ia juga mengungkap bahwa resep yang digunakan bukanlah milik Abdi, melainkan milik istrinya.
“Dia memang dapat 5 persen, dia sudah mendapat haknya. Tidak ada depak-mendepak,” tegas Tretan dalam klarifikasi videonya.
Bahkan, Tretan menyebut bahwa King Abdi sendiri yang memutuskan mundur dari kerja sama tersebut. Ia turut menyertakan bukti berupa rekaman suara yang memperkuat pernyataannya.
Meski begitu, Tretan tetap mengapresiasi jasa Abdi dalam menyumbangkan ide-ide konsep visual seperti bebek digantung atau penyajian dalam cobek besar.
“Queen (panggilan akrab Tretan untuk Abdi) berjasa di konsep, iya. Tapi untuk resep, itu bukan dari dia,” ucapnya.
Dari Kekecewaan Menuju Keberhasilan
King Abdi memilih tak memperpanjang polemik. Ia hanya menyesali kepolosannya dulu yang terlalu percaya begitu saja. Kini, ia memilih fokus ke bisnis kuliner miliknya yang berkembang pesat.
“Saya ikhlasin, karena terbukti tanpa mereka, saya bisa punya banyak bisnis yang lebih keren,” katanya.
Bagi King Abdi, dunia kuliner bukan sekadar bisnis. Ini adalah napas hidup, tempat ia tumbuh, jatuh, dan bangkit. Di tengah panasnya kontroversi, ia tetap memilih memasak dan berkarya.
Karena baginya, sehebat apapun konsep bisnis dan sebesar apapun modal, tanpa rasa dan jiwa, sebuah masakan tak akan pernah punya cerita.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































