Daftar 10 Kondimen Terbaik di Dunia Versi Taste Atlas, Bawang Goreng Indonesia Juara

kondimen
bawang goreng. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Indonesia kembali mencatatkan prestasi di dunia kuliner. Kali ini, bawang goreng dinobatkan sebagai kondimen terbaik di dunia dalam daftar 100 Best Condiments yang dirilis oleh TasteAtlas.

Kondimen merupakan pelengkap hidangan yang berfungsi memperkaya cita rasa makanan. Di berbagai negara, setiap daerah memiliki kondimen khas, mulai dari saus, pasta, hingga bumbu fermentasi yang menjadi bagian penting dalam tradisi kuliner.

Dalam pemeringkatan tersebut, bawang goreng asal Indonesia berhasil menempati posisi pertama, mengungguli berbagai kondimen legendaris dari Eropa maupun Asia.

Advertisement

1. Bawang goreng (Indonesia)

Bawang goreng dibuat dari irisan tipis bawang merah yang digoreng hingga berwarna keemasan dan renyah. Setelah matang, bawang biasanya disimpan dalam wadah kedap udara agar kerenyahannya tetap terjaga.

Rasa gurih dan aroma khasnya membuat bawang goreng menjadi pelengkap berbagai hidangan, seperti soto, bakso, nasi goreng, sup, hingga taburan nasi putih hangat.

2. Aceto Balsamico di Modena (Italia)

Cuka balsamik khas Modena ini dibuat dari anggur Trebbiano yang dimasak, direduksi, lalu dimatangkan di dalam tong kayu hingga menghasilkan rasa yang kompleks dan tekstur kental.

Kondimen ini umum digunakan sebagai saus salad maupun pelengkap keju parmesan.

Baca Juga :  Tak Perlu Cuti Panjang, Microcation Jadi Solusi Liburan Praktis dan Fleksibel

3. Aceto Balsamico Tradizionale di Modena (Italia)

Masih berasal dari Modena, Italia, varian tradisional ini diproduksi dari anggur Trebbiano dan Lambrusco. Setelah diolah menjadi sirup, cairan tersebut difermentasi dalam tong kayu selama sedikitnya 12 tahun sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih kaya.

4. Sheng chou (China)

Sheng chou merupakan kecap asin hasil fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air. Bumbu ini telah digunakan sejak era Dinasti Han dan menjadi salah satu penyedap utama dalam berbagai masakan Asia Timur berkat cita rasa umaminya.

5. Düsseldorfer Mostert (Jerman)

Mustard khas Kota Düsseldorf ini telah diproduksi sejak awal abad ke-18. Dibuat dari campuran biji mustard kuning dan cokelat dengan cuka khas Düsseldorf, kondimen ini memiliki rasa tajam yang cocok dipadukan dengan aneka hidangan daging.

6. Doubanjiang (China)

Berasal dari Sichuan, doubanjiang merupakan pasta fermentasi yang dibuat dari kacang, cabai, garam, dan terkadang tepung. Proses fermentasi yang dapat berlangsung hingga bertahun-tahun menghasilkan rasa pedas, asin, dan kaya umami yang menjadi ciri khas masakan Sichuan.

7. Garam Laut Maldon (Inggris)

Garam laut asal Maldon, Inggris, terkenal berkat bentuk kristalnya yang menyerupai piramida. Garam ini banyak digunakan sebagai finishing salt karena memiliki rasa yang bersih dan tidak terlalu pahit.

Baca Juga :  5 Kuliner Legendaris Kaki Lima di Bogor yang Bisa Dijadikan Menu Sarapan

8. Lyutenitsa (Bulgaria)

Lyutenitsa merupakan saus tradisional dari Bulgaria dan Makedonia Utara yang terbuat dari paprika merah, tomat, gula, garam, minyak, dan rempah-rempah. Saus ini lazim dijadikan olesan roti maupun pelengkap hidangan daging panggang.

9. Jiang you (China)

Jiang you adalah kecap kedelai khas China yang dibuat melalui fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air. Produk ini berkembang dari pasta fermentasi kuno dan kini menjadi salah satu bumbu paling penting dalam kuliner Tiongkok.

10. Ajvar (Balkan)

Ajvar merupakan saus berbahan dasar paprika merah dan terong yang populer di kawasan Balkan. Kondimen ini umumnya disajikan sebagai pendamping daging panggang, roti, maupun berbagai hidangan khas Eropa Timur.

Masuknya bawang goreng di posisi teratas menunjukkan bahwa pelengkap sederhana khas Indonesia mampu bersaing dengan kondimen legendaris dari berbagai negara. Cita rasa gurih, tekstur renyah, dan fleksibilitas penggunaannya membuat bawang goreng mendapat pengakuan sebagai kondimen terbaik dunia versi TasteAtlas.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel