TIMETODAY.ID, BOGOR – Fenomena viral di media sosial sering kali membawa kembali lagu-lagu lama yang sebelumnya hanya dikenal oleh segelintir orang, dan kini menjadi lebih populer.
Salah satu lagu yang sedang menarik perhatian saat ini adalah “Sawt Safiri Al-Bulbuli”, yang lebih dikenal dengan sebutan Tob Tobi Tob.
Selama Ramadan 2025, banyak kreator media sosial yang memilih lagu ini sebagai latar musik dalam konten mereka. Lagu yang menggunakan lirik berbahasa Arab ini banyak digemari karena dianggap menyenangkan dan liriknya memiliki daya tarik tersendiri.
Walaupun menggunakan bahasa Arab, lagu “Tob Tobi Tob” sebenarnya bukanlah lagu religi. Lagu ini, yang dinyanyikan oleh Ahmed El Qatane, justru mengangkat tema romansa yang sangat kental.
Lagu “Sawt Safiri Al-Bulbuli” pertama kali dirilis pada 21 November 2012. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, judul lagu ini berarti “Suara Burung Bulbulku.”
Dalam lagu ini, burung Bulbul dijadikan simbol yang menarik. Burung Bulbul, yang dikenal dengan kicauannya yang merdu, digunakan untuk menggambarkan perasaan penyanyi yang ingin diibaratkan dengan suara indah tersebut.
Begitu intro lagu dimulai, pendengar bisa langsung merasakan keindahan kicauan burung Bulbul. Lagu ini memang dibuka dengan suara burung yang kemudian mengiringi lirik-lirik penuh tentang cinta.
Dalam budaya Arab, burung Bulbul sering kali melambangkan keindahan dan romantisme. Oleh karena itu, dalam lagu ini, penyanyi menggambarkan perasaan cintanya yang mendalam, dengan kicauan merdu burung Bulbul sebagai simbol kebahagiaan dan kegembiraan yang muncul dalam perasaan cinta.
Selain memiliki filosofi yang mendalam, lirik lagu ini juga memiliki kekuatan untuk menggugah perasaan. Liriknya penuh dengan unsur romantisme dan metafora yang menarik, seperti yang terlihat pada potongan lirik berikut:
Waludu dan danali wa toblu tob tob tobali
Tob tobi tob tob tobi tob tob tobi tob tob tobali
Wasaqfu saq saq saqoli wa roqsu qod tobaili
Syawa syawa wa syahisyu alal waroqsi farjali
Wa gorrodal qimri yasihu malalin fi malali
Yang artinya:
Ranting-ranting bersuara kepadaku
Dan alat musik berdentang untukku
Bergemuruh tanpa henti untukku
Dan langit pun ikut bersuara
Tariannya membuatku nyaman
Lirik yang unik dan musik yang mudah diterima membuat lagu ini viral di Indonesia. Lagu ini menonjol karena menggunakan gaya puisi Arab klasik, yang terkenal dengan irama cepat dan permainan kata yang khas.
Puisi semacam ini sering kali memamerkan keindahan bahasa, keseimbangan bunyi, dan penggunaan metafora yang kaya, yang mencerminkan tradisi sastra Arab yang kuat dalam musikalitas dan estetika kata-kata.
Selain tema cinta, puisi ini juga menggambarkan keindahan alam dan kebebasan, dua elemen yang sering hadir dalam puisi klasik Arab. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































