TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perjalanan menggunakan kendaraan umum seperti bus, mobil, atau kapal terkadang tidak selalu berjalan nyaman. Bagi sebagian orang, perjalanan justru bisa berubah menjadi pengalaman kurang menyenangkan akibat munculnya mabuk perjalanan.
Rasa mual, pusing, hingga tubuh terasa tidak nyaman biasanya muncul ketika sistem keseimbangan tubuh mengalami gangguan akibat gerakan kendaraan. Kondisi ini terjadi karena adanya perbedaan informasi yang diterima otak dari mata dan organ keseimbangan di telinga bagian dalam.
Saat kendaraan bergerak, tubuh merasakan perubahan arah, kecepatan, hingga guncangan. Namun, ketika mata melihat sesuatu yang tidak bergerak, seperti bagian dalam kendaraan, otak menerima sinyal yang berbeda. Perbedaan inilah yang kemudian memicu gejala mabuk perjalanan.
Selain faktor gerakan kendaraan, ada sejumlah kebiasaan dan kondisi tubuh yang dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami mabuk perjalanan. Berikut lima penyebab yang perlu diketahui.
1. Aroma menyengat di dalam kendaraan
Bau tertentu seperti bahan bakar, makanan, parfum, atau aroma kendaraan dapat menjadi pemicu munculnya rasa mual. Saat tubuh sudah mengalami gangguan akibat guncangan, indra penciuman biasanya menjadi lebih sensitif terhadap bau yang kuat.
Situasi tersebut semakin buruk jika kondisi kendaraan tertutup dan sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik. Udara yang pengap membuat berbagai aroma bertahan lebih lama sehingga tubuh lebih mudah merespons dengan rasa tidak nyaman.
Membuka sedikit jendela atau memastikan aliran udara tetap baik dapat membantu mengurangi risiko mabuk perjalanan.
2. Sirkulasi udara kendaraan kurang baik
Kabin kendaraan yang panas dan minim udara segar juga dapat memperparah gejala mabuk perjalanan. Udara yang pengap membuat tubuh terasa lebih tidak nyaman, terutama ketika perjalanan berlangsung dalam waktu lama.
Selain itu, campuran aroma dari kendaraan, pendingin ruangan, maupun penumpang dapat membuat kondisi semakin mengganggu. Ketika tubuh terus menerima rangsangan tersebut bersamaan dengan guncangan kendaraan, rasa pusing dan mual lebih mudah muncul.
Karena itu, menjaga ventilasi tetap terbuka atau memilih posisi duduk dengan sirkulasi udara lebih baik bisa menjadi salah satu cara mengurangi keluhan.
3. Kurang istirahat sebelum bepergian
Tubuh yang kelelahan juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami mabuk perjalanan. Kurang tidur dapat membuat sistem saraf dan kemampuan tubuh dalam menjaga keseimbangan tidak bekerja secara maksimal.
Akibatnya, otak menjadi lebih sulit menyesuaikan diri terhadap gerakan kendaraan. Penumpang yang kurang tidur pun cenderung lebih mudah mengalami pusing, mual, dan rasa lemas selama perjalanan.
Memastikan tubuh cukup istirahat sebelum berangkat menjadi salah satu langkah sederhana agar perjalanan terasa lebih nyaman.
4. Kondisi perut terlalu kosong atau terlalu kenyang
Pola makan sebelum perjalanan juga dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami mabuk perjalanan. Berangkat dengan perut kosong dapat membuat tubuh lebih mudah lemas dan memicu rasa tidak nyaman akibat peningkatan asam lambung.
Sebaliknya, makan terlalu banyak sebelum naik kendaraan juga bukan pilihan yang tepat. Sistem pencernaan yang bekerja lebih berat saat tubuh mengalami guncangan dapat membuat perut terasa penuh dan memicu mual.
Mengonsumsi makanan dalam porsi cukup dan tidak berlebihan sebelum perjalanan dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil.
5. Terlalu lama menatap layar ponsel
Kebiasaan bermain ponsel selama kendaraan berjalan menjadi salah satu penyebab mabuk perjalanan yang cukup sering terjadi. Ketika mata fokus melihat layar yang diam, sementara tubuh merasakan gerakan kendaraan, otak menerima informasi yang tidak selaras.
Ketidaksesuaian sinyal antara mata dan sistem keseimbangan tersebut dapat menyebabkan pusing, mual, bahkan pandangan terasa tidak nyaman.
Untuk mengurangi risiko, penumpang disarankan sesekali mengalihkan pandangan ke luar jendela agar mata dan tubuh dapat menyesuaikan diri dengan pergerakan kendaraan.
Mabuk perjalanan memang bukan kondisi berbahaya, tetapi dapat mengganggu kenyamanan selama bepergian. Dengan memahami penyebabnya, seseorang dapat melakukan langkah pencegahan sederhana seperti cukup tidur, menjaga pola makan, memperbaiki sirkulasi udara, dan mengurangi penggunaan ponsel selama perjalanan.
Dengan persiapan yang tepat, perjalanan jauh pun bisa tetap terasa menyenangkan tanpa terganggu rasa mual maupun pusing.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































