
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Buntil adalah makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari daun pembungkus berisi campuran kelapa parut berbumbu, kemudian dimasak dalam kuah santan yang gurih. Daun yang digunakan bisa berupa daun singkong muda, daun pepaya, atau daun talas, tergantung daerah dan selera masing-masing.
Sekilas, buntil memang mirip dengan botok. Namun, keduanya memiliki perbedaan. Jika botok biasanya dikukus, buntil dimasak kembali dalam kuah santan sehingga bumbunya lebih meresap dan menghasilkan cita rasa gurih yang khas. Pada beberapa daerah, isian buntil juga ditambahkan ikan teri, petai cina (lamtoro), atau ebi agar rasanya semakin kaya.
Apa Arti Buntil?
Nama “buntil” berasal dari bahasa Jawa yang berarti bungkusan atau sesuatu yang diikat. Dahulu, daun pembungkus diikat menggunakan lidi atau tali dari bambu tipis agar isinya tidak lepas saat dimasak. Dari proses “diuntil-until” atau diikat itulah muncul nama buntil.
Kini, buntil menjadi salah satu hidangan rumahan yang masih banyak dijumpai di Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga beberapa wilayah Jawa Timur.
Bahan Membuat Buntil
Bahan utama
- 15–20 lembar daun singkong muda atau daun pepaya
- 200 gram kelapa parut setengah tua
- 75 gram ikan teri, cuci bersih
- 2 lembar daun salam
- 1 batang serai, memarkan
- 500 ml santan encer
- 250 ml santan kental
- Garam secukupnya
- Gula merah secukupnya
- Kaldu bubuk secukupnya (opsional)
Bumbu halus
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 5 buah cabai merah
- 8–10 cabai rawit (sesuai selera)
- 3 butir kemiri sangrai
- 2 cm kencur
- 1 cm lengkuas
- 1 sdt ketumbar
Cara Membuat Buntil
1. Rebus daun
Cuci bersih daun singkong atau daun pepaya, lalu rebus hingga layu dan empuk. Tiriskan hingga airnya berkurang.
2. Siapkan isian
Campurkan kelapa parut, ikan teri, serta sebagian bumbu halus. Tambahkan sedikit garam dan gula, lalu aduk hingga rata.
3. Bungkus buntil
Ambil dua hingga tiga lembar daun, beri isian secukupnya, lalu lipat hingga rapat membentuk bungkusan kecil. Ikat jika diperlukan.
4. Masak kuah santan
Tumis sisa bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam dan serai, lalu tuang santan encer. Setelah mendidih, tambahkan santan kental sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
5. Masukkan buntil
Susun buntil ke dalam kuah santan. Masak menggunakan api kecil selama sekitar 30–45 menit hingga kuah meresap dan bumbunya menyatu.
6. Sajikan
Angkat buntil dan sajikan bersama nasi hangat, sambal, tempe goreng, atau ikan asin.
Tips agar Buntil Lebih Enak
- Gunakan kelapa parut setengah tua agar teksturnya gurih dan tidak terlalu keras.
- Jika memakai daun pepaya, rebus bersama sedikit daun jambu biji atau tanah liat bersih untuk membantu mengurangi rasa pahit.
- Masak menggunakan api kecil agar santan tidak pecah dan bumbu meresap sempurna.
- Diamkan buntil beberapa jam setelah matang. Rasanya biasanya semakin gurih karena bumbu lebih meresap.
Buntil menjadi bukti kekayaan kuliner Nusantara yang memanfaatkan bahan-bahan sederhana menjadi hidangan bercita rasa istimewa. Perpaduan daun pembungkus, kelapa berbumbu, ikan teri, dan kuah santan menghasilkan sajian tradisional yang gurih, sedikit pedas, dan sangat cocok disantap bersama sepiring nasi hangat.***







































