TIMETODAY.ID, JAKARTA — Sipilis kerap dikenal sebagai penyakit menular seksual yang pada tahap awal sering luput dari perhatian. Penyebabnya, infeksi akibat bakteri Treponema pallidum ini umumnya hanya menimbulkan luka kecil yang tidak terasa nyeri sehingga banyak penderita tidak menyadari dirinya telah terinfeksi.
Padahal, tanpa pengobatan yang tepat, sipilis dapat berkembang ke stadium lanjut dan memicu berbagai komplikasi serius. Pada fase ini, bakteri tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat merusak mata, telinga, jantung, pembuluh darah, hingga sistem saraf.
Berikut sejumlah tanda yang perlu diwaspadai sebagai indikasi sipilis telah memasuki tahap yang lebih berat.
1. Luka yang Tak Kunjung Sembuh dan Kelainan Kulit
Salah satu gejala yang sering muncul adalah luka kronis atau borok yang menetap dalam waktu lama. Luka dapat muncul di area kelamin, mulut, maupun bagian tubuh lainnya.
Selain itu, penderita juga bisa mengalami bercak kemerahan atau keabu-abuan yang muncul di telapak tangan dan kaki. Kelainan kulit ini cenderung bertahan lama atau berulang dalam jangka waktu tertentu.
2. Berat Badan Turun Drastis
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga patut diwaspadai. Infeksi kronis membuat tubuh bekerja lebih keras melawan bakteri sehingga kebutuhan energi meningkat.
Di sisi lain, peradangan yang berlangsung lama dapat menurunkan nafsu makan dan menyebabkan berat badan terus menyusut.
3. Demam Berkepanjangan
Demam merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi. Namun, jika suhu tubuh terus meningkat atau demam sering kambuh tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa infeksi telah menyebar ke organ lain.
4. Gangguan pada Penglihatan
Sipilis stadium lanjut dapat menyerang mata dan menyebabkan sifilis okular. Kondisi ini bisa ditandai dengan penglihatan kabur, munculnya bintik-bintik pada pandangan, nyeri mata, hingga sensitivitas berlebih terhadap cahaya.
Jika tidak segera ditangani, gangguan ini berpotensi menyebabkan kerusakan penglihatan permanen.
5. Penurunan Fungsi Pendengaran
Selain mata, infeksi juga dapat menyerang telinga bagian dalam dan saraf pendengaran. Akibatnya, penderita dapat mengalami gangguan pendengaran, telinga berdenging (tinnitus), atau bahkan kehilangan kemampuan mendengar secara bertahap.
6. Muncul Benjolan pada Tubuh
Sipilis lanjut dapat memicu terbentuknya gumma, yaitu benjolan lunak akibat respons peradangan tubuh terhadap infeksi.
Benjolan ini bisa berkembang di kulit, tulang, hati, maupun organ lain dan berpotensi merusak jaringan di sekitarnya jika tidak diobati.
7. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Pada kasus tertentu, bakteri sipilis dapat menyerang aorta, pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.
Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, mudah lelah, dan jantung berdebar. Risiko komplikasi serius seperti aneurisma aorta juga dapat meningkat.
8. Gangguan Gerak dan Keseimbangan
Ketika infeksi mencapai sistem saraf, penderita dapat mengalami kesulitan berjalan, mati rasa, kelemahan otot, hingga gangguan keseimbangan.
Dalam kondisi yang lebih berat, kerusakan saraf bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu.
9. Perubahan Perilaku dan Fungsi Mental
Serangan bakteri pada otak dapat memengaruhi kemampuan berpikir, daya ingat, serta kondisi emosional seseorang.
Penderita mungkin mengalami perubahan suasana hati, kecemasan berlebihan, depresi, gangguan memori, hingga penurunan fungsi kognitif yang menyerupai gejala demensia.
10. Kejang
Kejang merupakan salah satu tanda paling serius dari sipilis stadium lanjut. Kondisi ini terjadi ketika infeksi menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan otak sehingga mengganggu aktivitas listrik di dalamnya.
Gejala ini membutuhkan penanganan medis segera karena dapat mengancam keselamatan penderita.
Jangan Abaikan Gejala
Sipilis yang tidak ditangani hingga memasuki stadium lanjut dapat meningkatkan risiko komplikasi berat, termasuk stroke, kerusakan jantung, gangguan saraf permanen, demensia, hingga kematian.
Karena itu, siapa pun yang mengalami gejala mencurigakan, terutama setelah memiliki faktor risiko infeksi menular seksual, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Diagnosis dan pengobatan sejak dini menjadi kunci untuk mencegah kerusakan organ yang lebih luas dan meningkatkan peluang pemulihan.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































