Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Pagi Ini, Warga Diminta Tetap Waspada

Gunung Merapi
Gunung Merapi Foto: dok. BPPTKG

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan pada Jumat (12/6/2026) pagi. Gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu teramati meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah barat daya.

Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas terjadi sekitar pukul 06.16 WIB. Material panas meluncur menuju kawasan hulu Kali Sat dan Kali Putih dengan durasi hampir dua menit.

Selain awan panas guguran, aktivitas Merapi juga masih ditandai dengan guguran lava pijar. Selama periode pemantauan dini hari hingga pagi, petugas mencatat sedikitnya 10 kali guguran lava yang mengarah ke Kali Boyong dengan jarak luncur maksimal mencapai 2 kilometer.

Advertisement

Aktivitas Gempa Vulkanik Masih Tinggi

Data pemantauan menunjukkan aktivitas internal Merapi masih cukup aktif. Dalam enam jam pengamatan terakhir, BPPTKG merekam puluhan gempa guguran yang menandakan pergerakan material di tubuh gunung masih berlangsung.

Baca Juga :  Gunung Semeru Kembali Erupsi, Aktivitas Warga Dibatasi Hingga Radius 8 Km

Selain gempa guguran, tercatat pula puluhan gempa hybrid atau fase banyak serta satu kali gempa vulkanik dangkal. Kondisi ini menunjukkan suplai magma ke permukaan masih terjadi dan berpotensi memicu aktivitas lanjutan.

Secara visual, puncak Merapi pada pagi hari tertutup kabut dengan cuaca berawan. Asap kawah tidak terpantau selama periode pengamatan.

Potensi Bahaya Masih Mengancam

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).

BPPTKG menjelaskan bahwa potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan hingga barat daya. Kawasan yang perlu diwaspadai meliputi aliran Sungai Boyong dengan jangkauan hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng yang berpotensi terdampak hingga radius 7 kilometer dari puncak.

Baca Juga :  Carragher Minta Maaf ke Mohamed Salah, tapi Tetap Beri Peringatan

Sementara itu, di sektor tenggara, ancaman aktivitas vulkanik berpotensi menjangkau Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Apabila terjadi letusan eksplosif, material vulkanik juga berpotensi terlontar hingga radius 3 kilometer dari puncak gunung.

Warga Diminta Tetap Waspada

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan yang masuk zona potensi bahaya. Warga yang bermukim di sekitar alur sungai berhulu di Merapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan awan panas guguran maupun banjir lahar, terutama saat curah hujan meningkat.

Selain itu, masyarakat di sekitar lereng Merapi diharapkan mengantisipasi dampak abu vulkanik yang sewaktu-waktu dapat terjadi apabila aktivitas erupsi mengalami peningkatan.

Dengan suplai magma yang masih terpantau berlangsung, aktivitas Gunung Merapi diperkirakan masih akan terus berfluktuasi sehingga pemantauan intensif tetap dilakukan oleh BPPTKG.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel