
TIMETODAY.ID, BOGOR – Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kini menjadi instrumen utama Kota Bogor dalam menekan angka putus sekolah. Dalam dua pekan, program ini berhasil menjangkau 848 warga dari enam kecamatan yang sebelumnya tidak mengenyam pendidikan formal.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa pendekatan berbasis komunitas mampu menggerakkan warga lebih cepat dibanding program konvensional. Ia optimistis, jika akselerasi ini dipertahankan, target nol angka putus sekolah dalam lima tahun ke depan bukan hal yang mustahil.
“Kalau kita fokus, konsisten, dan istiqamah, insyaallah dalam lima tahun angka putus sekolah bisa nol,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Namun angka 848 itu baru bermakna jika ditopang data yang bisa dipertanggungjawabkan. Jenal menegaskan, setiap capaian program harus didukung data yang valid dan terbarui. Camat dan lurah, katanya, wajib mengharmonisasikan data bersama kepala organisasi perangkat daerah terkait agar indikator pembangunan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
“Camat dan lurah harus terus melakukan harmonisasi data serta berkolaborasi dengan kepala OPD terkait,” tegasnya.
Desakan soal akurasi data itu muncul di tengah tekanan narasi di ruang digital yang menggambarkan Pemkot Bogor tidak bekerja. Jenal tak menampik keberadaan narasi tersebut, namun memilih menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat yang langsung merasakan manfaat program.
“Yang menentukan itu semua adalah masyarakat yang langsung mendapatkan manfaatnya,” katanya.
Pada sisa masa jabatan Wali Kota Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin, seluruh indikator pembangunan ditargetkan terus bergerak positif. Semangat kolaborasi lintas sektor, kata Jenal, menjadi modal utama untuk memastikan setiap program tidak berhenti pada angka, tetapi benar-benar dirasakan warga.
Editor : B. Supriyadi
Sumber : Diskominfo Kota Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

































