Pemkab Bogor Lepas 544 Burung dan Tebar Ribuan Ikan di Puncak

pemkab bogor
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menebar ikan ke perairan Hulu Talaga Saat, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat (5/6/2026). Pemkab Bogor menebarkan 5.440 ekor ikan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem kawasan hulu. FOTO: TIMETODAY.ID/AMELIA AZIZAH.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemkab Bogor menggelar serangkaian kegiatan pelestarian lingkungan di kawasan Hulu Talaga Saat, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/6/2026). Dalam kegiatan itu, sebanyak 5.440 ekor ikan ditebar dan 544 ekor burung dilepasliarkan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem kawasan hulu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan kawasan hulu menjadi prioritas perlindungan karena perannya yang krusial sebagai sumber kehidupan masyarakat.

“Ketika hilirnya kita sentuh, maka habitat burungnya juga harus kita perhatikan. Bapak Bupati ingin melindungi wilayah hulu karena sumber kehidupan kita berasal dari sana,” ujar Ajat.

Advertisement
Baca Juga :  Sekda Ajat Minta Proses Penamaan Rupabumi Dilakukan Cermat dan Memperhatikan Aspek Histori

Dalam kegiatan ini, Dinas Perikanan memilihkan jenis ikan yang sesuai dengan habitat perairan setempat. Selain mendukung keseimbangan ekosistem, ikan-ikan tersebut diharapkan kelak dapat menjadi sumber konsumsi bagi masyarakat sekitar. Adapun ratusan burung yang dilepasliarkan berasal dari komunitas dan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam program konservasi.

Tak hanya memulihkan populasi satwa, Pemkab Bogor juga berupaya memperbaiki kualitas air dengan menebarkan eco-enzyme di aliran sungai dan kawasan perairan. Eco-enzyme adalah cairan fermentasi alami yang dibuat dari bahan organik dan dikenal mampu mengurai polutan serta meningkatkan kualitas air. Selain itu, penanaman pohon jenis pule air turut dilakukan karena dinilai cocok untuk mendukung konservasi lingkungan di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Mengenang Jasa Para Tokoh, Jalan di Cibinong Akan Berubah Nama

“Yang pertama adalah menjaga air. Menjaga kualitas air, salah satunya dengan menebarkan eco-enzyme. Kemudian bagaimana kita mengembalikan ikan-ikan yang memang hidup sesuai habitatnya. Itu yang paling utama,” kata Ajat.

Sebagai tindak lanjut jangka panjang, pemerintah membentuk Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang akan menjadi penggerak pelestarian lingkungan di tingkat masyarakat. Forum ini akan membahas pengelolaan sampah, limbah, serta pemeliharaan kualitas air dan tanah.

“Forum KRL diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan,” tutup Ajat.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel