Mengenal Vaporetto, Bus Air yang Menjadi Tulang Punggung Transportasi Venesia

Vaporetto
Deretan perahu wisata dan kapal kecil tampak hilir mudik menyusuri Grand Canal, berlatar bangunan-bangunan bersejarah khas Venesia yang dihiasi detail arsitektur klasik. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah jaringan kanal yang membelah kota Venesia, Italia, sebuah moda transportasi unik terus menjadi andalan warga dan wisatawan. Namanya Vaporetto, bus air yang beroperasi layaknya angkutan umum dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kota terapung tersebut selama lebih dari satu abad.

Menyusuri Grand Canal yang terkenal hingga menghubungkan pulau-pulau di sekitarnya, Vaporetto menjadi solusi mobilitas utama di kota yang tidak memiliki jaringan jalan raya seperti kebanyakan kota modern lainnya.

Berawal dari Kapal Uap pada Abad ke-19

Sejarah Vaporetto dimulai pada 1881 ketika kapal bernama Regina Margherita pertama kali berlayar di Grand Canal. Kehadirannya diperkenalkan oleh perusahaan swasta asal Prancis, Compagnie des Bateaux Omnibus, sebagai alternatif transportasi yang lebih efisien di tengah padatnya aktivitas kanal Venesia.

Advertisement

Nama Vaporetto sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti “kapal uap kecil”, merujuk pada teknologi mesin yang digunakan pada masa awal pengoperasiannya. Meski kini telah menggunakan teknologi yang jauh lebih modern, nama tersebut tetap melekat hingga sekarang.

Sempat Ditolak Pendayung Gondola

Kemunculan Vaporetto tidak langsung diterima semua pihak. Pada masa awal operasinya, para pendayung gondola menilai kehadiran bus air tersebut sebagai ancaman terhadap mata pencaharian mereka.

Baca Juga :  Proyek Lift Kaca Rp200 M di Pantai Kelingking Resmi Dihentikan Pemprov Bali

Perdebatan antara transportasi tradisional dan modern sempat mewarnai perkembangan kota kanal itu. Namun seiring waktu, kedua moda transportasi tersebut menemukan perannya masing-masing.

Vaporetto melayani jalur utama dengan kapasitas penumpang yang besar, sementara gondola tetap digunakan untuk melintasi kanal-kanal sempit yang tidak dapat dijangkau kapal berukuran lebih besar. Kini, keduanya justru menjadi simbol khas Venesia yang dikenal wisatawan dari seluruh dunia.

Dikelola Pemerintah Kota

Untuk meningkatkan pelayanan, pemerintah Venesia mengambil alih pengelolaan transportasi air pada awal abad ke-20. Sejak 1903, sistem transportasi ini berada di bawah pengawasan badan resmi yang kemudian berkembang menjadi ACTV, operator transportasi publik Venesia saat ini.

Sebagai kota yang dibangun di atas laguna, Venesia tidak memiliki ruang untuk membangun jaringan transportasi darat secara luas. Karena itu, kanal-kanal yang membentang di seluruh kota menjadi jalur transportasi utama bagi masyarakat.

Saat ini, layanan Vaporetto beroperasi selama 24 jam dengan berbagai rute yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran dan pulau-pulau sekitar.

Bertransformasi Menjadi Lebih Ramah Lingkungan

Meski namanya masih identik dengan kapal uap, teknologi yang digunakan Vaporetto telah mengalami perubahan signifikan. Mesin uap yang digunakan pada masa awal telah lama digantikan oleh mesin diesel yang lebih efisien.

Baca Juga :  Cara Mudah Membuat Klepon Merah Putih, Camilan Tradisional Bernuansa 17 Agustus

Kini, pengelola transportasi Venesia mulai mengembangkan armada berbasis teknologi hibrida dan listrik guna mengurangi polusi udara serta kebisingan di kawasan bersejarah tersebut.

Selain itu, desain kapal juga disesuaikan dengan kondisi geografis Venesia. Bentuknya dibuat rendah agar dapat melintas di bawah jembatan, sementara teknologi pengendalian gelombang diterapkan untuk meminimalkan dampak terhadap fondasi bangunan tua yang berdiri di sepanjang kanal.

Menjangkau Berbagai Destinasi Wisata

Sebagai tulang punggung transportasi publik, Vaporetto melayani berbagai rute penting di Venesia. Selain menyusuri Grand Canal, armada ini juga menghubungkan pusat kota dengan pulau-pulau populer seperti Murano, Burano, dan Lido.

ACTV mengoperasikan beberapa jenis kapal sesuai kebutuhan perjalanan. Vaporetto standar melayani rute perkotaan, sementara Motoscafo hadir dengan ukuran lebih kecil dan kecepatan lebih tinggi. Untuk perjalanan menuju pulau-pulau yang lebih jauh, tersedia Motonave, kapal berkapasitas besar dengan dua dek penumpang.

Lebih dari sekadar sarana transportasi, Vaporetto telah menjadi bagian dari identitas Venesia. Dari kapal bertenaga uap pada akhir abad ke-19 hingga armada modern yang lebih ramah lingkungan, bus air ini terus menghubungkan kehidupan masyarakat di kota kanal paling terkenal di dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel