
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 24,5 miliar untuk pembangunan dan pengembangan Museum Pajajaran di Kota Bogor. Dana tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 10 miliar hingga Rp 11 miliar dan pemerintah pusat melalui kementerian terkait sebesar Rp 13,5 miliar.
Meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung, Museum Pajajaran resmi diaktivasi, Rabu (3/6/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, tingkat kesiapan museum saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Menurut dia, museum perlu segera difungsikan agar bangunan yang sudah berdiri tidak terbengkalai dan dapat mulai dimanfaatkan masyarakat.
“Tidak mungkin museum menunggu lengkap dulu baru diaktivasi. Kalau kita nunggu terus, bangunannya tambah rusak dan tidak termanfaatkan dengan baik,” kata Dedie.
Museum Pajajaran diproyeksikan menjadi pusat dokumentasi sejarah Kerajaan Sunda dan perjalanan Kota Bogor yang telah berusia lebih dari lima abad. Keberadaan museum diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian sejarah sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Koleksi awal museum berasal dari sumbangan sejumlah tokoh dan pegiat sejarah, di antaranya, Fadli Zon, serta anggota komunitas Generasi Penerus Sunda Sejarah (GPSS). Pemerintah Kota Bogor masih membuka peluang bagi masyarakat maupun keluarga yang memiliki benda bersejarah untuk menyumbangkan koleksinya.
Artefak yang diterima nantinya akan melalui proses kurasi sebelum dipamerkan sebagai bagian dari koleksi utama museum. Dengan cara itu, museum diharapkan terus berkembang dan memiliki koleksi yang merepresentasikan sejarah Sunda serta perjalanan Kota Bogor secara lebih lengkap.
Untuk memperkuat pengelolaan museum, Pemkot Bogor juga mengundang pengelola sejumlah museum di Kota Bogor untuk berbagi pengalaman dengan pengelola Museum Pajajaran. Langkah tersebut dilakukan agar pengelolaan museum dapat berjalan optimal, mulai dari kurasi koleksi hingga operasional sehari-hari.
Dedie menegaskan, pembangunan Museum Pajajaran tidak hanya bertujuan menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga membangun kapasitas sumber daya manusia yang akan mengelolanya.
“Yang lebih penting adalah membangun manusianya, bagaimana kita mendekatkan mimpi masyarakat dengan kenyataan melalui program, kebijakan, dan anggaran yang tepat,” ujarnya.
Di luar pengembangan Museum Pajajaran, Pemkot Bogor juga menyiapkan kawasan Batutulis sebagai koridor budaya terpadu yang terhubung dengan sejarah Kota Bogor.
Salah satu gagasan yang tengah didorong pemerintah daerah adalah menjadikan Istana Batutulis sebagai Museum Bung Karno. Menurut Dedie, komunikasi dengan keluarga Megawati Soekarnoputri terkait rencana tersebut telah dilakukan dan difasilitasi sejumlah pihak.
“Batutulis adalah milik sejarah bangsa. Tidak ada salahnya kita dorong menjadi Museum Bung Karno,” terang Dedie.
Untuk mendukung pengembangan kawasan budaya itu, Pemkot Bogor berencana membangun akses jalan baru dan koridor budaya di sekitar Batutulis pada tahun ini. Penataan kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat Batutulis sebagai salah satu pusat wisata sejarah dan budaya di Kota Bogor.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































