
TIMETODAY.ID, BOGOR – Sudah sebelas tahun Salkah menyimpan rindu itu. Sejak pertama kali mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada 2014, perempuan 62 tahun asal Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini tak pernah benar-benar berhenti berharap, meski jalan menuju Tanah Suci tak semulus yang ia bayangkan.
Pandemi Covid-19 menjadi ujian terberat. Ketika jutaan orang di seluruh dunia terpaksa menghentikan rencana perjalanan mereka, Salkah pun harus menelan kekecewaan dan kembali menunggu. Tahun berganti tahun, antrean terus bergerak, pelan, tapi pasti.
Selasa (19/05/2026), giliran Salkah akhirnya tiba.
Pagi itu, suasana di depan rumahnya berubah menjadi lautan kehangatan. Keluarga, tetangga, dan kerabat berdatangan untuk mengantar keberangkatannya. Lantunan selawat berpadu dengan iringan hadroh, menciptakan momen pelepasan yang terasa seperti perayaan kecil seluruh kampung.
“Alhamdulillah, saya sangat terharu. Dari rumah sampai berangkat ke sini diantar keluarga, tetangga, dan saudara sambil diiringi selawat,” kata Salkah, saat ditemui sebelum bertolak menuju Gedung Tegar Beriman, Cibinong.
“Udah lama daftar dari tahun 2014, Alhamdulillah tahun sekarang baru berangkat,” lanjutnya.
Dari Cibinong, Salkah bersama rombongan Kloter 27 JKS yang diberangkatkan Pemerintah Kabupaten Bogor melanjutkan perjalanan ke Embarkasi Haji Bekasi, sebelum pesawat membawa mereka menyeberangi samudra menuju Makkah.
Satu harapan sederhana ia titipkan sebelum melangkah pergi.
“Semoga ibadah haji lancar, pulang ke sini sehat dan selamat,” ujarnya lirih.
Sebelas tahun memang bukan waktu yang sebentar. Tapi bagi Salkah, setiap tahun yang terlewati rupanya hanya memperdalam kerinduan dan memperindah makna kepergiannya hari ini.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

































