TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat berencana merilis paspor edisi khusus yang menampilkan potret Presiden Donald Trump. Kebijakan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada Juli mendatang.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Tommy Pigott, menyebut paspor tersebut akan diproduksi dalam jumlah terbatas dan hadir dengan desain visual yang diperbarui, tanpa mengurangi standar keamanan dokumen.
“Paspor ini akan menampilkan karya seni yang disesuaikan dengan peningkatan visual, namun tetap mempertahankan fitur keamanan yang membuat paspor AS menjadi salah satu yang paling aman di dunia,” ujarnya.
Berdasarkan materi yang dirilis, potret Trump akan ditempatkan di halaman dalam paspor, berdampingan dengan ilustrasi penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan tahun 1776.
Meski demikian, belum ada kejelasan apakah warga dapat memilih untuk tidak menggunakan paspor edisi khusus tersebut. Seorang pejabat menyebut tidak akan ada biaya tambahan bagi pemohon yang menerima versi ini.
Langkah ini melanjutkan sejumlah kebijakan sebelumnya yang juga memasukkan identitas Trump ke dalam berbagai simbol resmi negara. Mulai dari rencana penerbitan koin emas bergambar dirinya, hingga kebijakan uang kertas yang akan memuat tanda tangannya—sesuatu yang jarang terjadi bagi presiden yang masih menjabat.
Sejak kembali memimpin, pemerintahan Trump juga diketahui memperluas penggunaan namanya dalam berbagai proyek federal, mulai dari penamaan fasilitas hingga program pemerintah. Kebijakan terbaru ini pun kembali memicu sorotan, terutama terkait batas antara simbol negara dan figur politik yang sedang berkuasa.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































