TIMETODAY.ID, JAKARTA — Gejolak geopolitik di Timur Tengah mulai terasa hingga ke Asia Tenggara. Sejumlah negara di kawasan ini kompak menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 13 April 2026, seiring meningkatnya ketidakpastian pasokan global akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Kenaikan harga BBM terlihat di berbagai negara tetangga Indonesia. Misalnya di Malaysia, harga bensin tercatat naik menjadi US$1,074 per liter atau sekitar Rp18.419 per liter, dari sebelumnya US$0,956 per liter. Sementara diesel juga melonjak menjadi US$1,690 per liter atau sekitar Rp28.984 per liter.
Di tengah tren kenaikan tersebut, Indonesia justru mengambil langkah berbeda dengan menahan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, tetap stabil hingga saat ini.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat.
“Aman lah. Saya sampaikan kepada publik bahwa insya Allah stok kita di atas standar minimum, baik itu Solar, bensin maupun LPG, insya Allah aman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.
“Dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” tambahnya.
Perbandingan Harga BBM Asia Tenggara (13 April 2026)
1. Malaysia
- Bensin: US$1,074/liter (Rp18.419)
- Diesel: US$1,690/liter (Rp28.984)
2. Singapura
- Bensin: US$2,434/liter (Rp41.744)
- Diesel: US$3,270/liter (Rp56.082)
3. Filipina
- Bensin: US$1,610/liter
- Diesel: US$2,564/liter (Rp43.974)
4. Thailand
- Bensin: US$1,669/liter (Rp28.624)
- Diesel: US$1,346/liter (Rp23.084)
5. Laos
- Bensin: US$1,901/liter (Rp32.603)
- Diesel: US$2,338/liter (Rp40.097)
6. Kamboja
- Bensin: US$1,557/liter (Rp26.703)
- Diesel: US$1,719/liter (Rp29.481)
7. Myanmar
- Bensin: US$1,576/liter (Rp27.029)
- Diesel: US$2,070/liter (Rp35.501)
Meski harga minyak dunia masih fluktuatif, pemerintah Indonesia optimistis kondisi fiskal tetap terjaga. Bahlil menyebut harga minyak mentah Indonesia (ICP) masih berada dalam batas aman APBN.
“Kalau sampai US$100 per barel itu masih aman. Sekarang rata-rata masih di bawah US$77, jadi kenaikannya belum signifikan,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia untuk sementara memilih meredam dampak gejolak global di dalam negeri, sementara negara-negara lain di kawasan mulai menyesuaikan harga mengikuti tekanan pasar internasional.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































