
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih menjadi tantangan besar di sektor energi. Di tengah kebutuhan yang terus meningkat, pemerintah mulai melirik sumber energi alternatif dari dalam negeri sebagai jalan keluar.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat konsumsi Liquefied Petroleum Gas nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Sementara itu, kemampuan produksi domestik baru berada di kisaran 1,6 hingga 1,7 juta ton per tahun. Kesenjangan ini membuat Indonesia masih harus mengandalkan pasokan dari luar negeri.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah merancang strategi untuk memperkuat kemandirian energi. Salah satu opsi yang kini masuk dalam pembahasan adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas sebagai alternatif pengganti LPG.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa rencana pengembangan CNG masih dalam tahap kajian dan konsolidasi. Pemerintah menargetkan skema ini bisa segera difinalisasi sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan impor.
“CNG ini salah satu alternatif terbaik yang sedang kami bahas untuk mendorong kemandirian energi, khususnya di sektor LPG,” ujarnya.
Secara teknis, CNG berasal dari gas alam yang diproses dari komponen metana (C1) dan etana (C2), lalu dikompresi hingga tekanan tinggi, berkisar 250 hingga 400 bar. Indonesia dinilai memiliki potensi besar karena bahan bakunya tersedia melimpah di dalam negeri.
Saat ini, pemanfaatan CNG sebenarnya sudah berjalan di sejumlah sektor, mulai dari hotel, restoran, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Keunggulannya, seluruh rantai pasoknya berbasis domestik tanpa bergantung pada impor.
Di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu, pemerintah melihat optimalisasi energi dalam negeri sebagai langkah strategis. Selain CNG, berbagai opsi lain juga terus didorong, seperti pengembangan Dimetil Eter, peningkatan produksi migas, hingga diversifikasi bahan bakar seperti B50.
Langkah ini mencerminkan upaya pemerintah untuk tidak hanya menjaga ketahanan energi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan energinya di masa depan.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































