Indonesia Targetkan Rp16 Triliun dari Perdagangan Karbon di COP30 Brasil

Indonesia
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol. (dok Kementerian Lingkungan Hidup)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia menargetkan membawa pulang investasi senilai Rp16 triliun dari ajang Konferensi Perubahan Iklim ke-30 (COP30) yang akan digelar di Belem, Brasil, pada 10–21 November 2025. Melalui delegasi paviliun dan tim negosiator, Indonesia menyiapkan sejumlah agenda untuk mempromosikan potensi karbon nasional di pasar global.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, delegasi Indonesia akan menargetkan transaksi hingga 90 juta ton CO₂ ekuivalen dari berbagai sektor, terutama kehutanan, kelautan, energi, dan industri.

“Jadi untuk delegasi paviliun kita memiliki target akan mencoba melakukan transaksi sampai di angka 90 juta ton CO₂ ekuivalen pada semua sektor, terutama di sektor nature — yaitu sektor forestry dan ocean kemudian di sektor tech-based dari sektor energy dan industri,” ujar Hanif, dikutip dari detik.com Jumat (7/11/2025).

Advertisement
Baca Juga :  Wali Kota Terpilih Zohran Mamdani Dilantik di Stasiun Kereta Bawah Tanah Bersejarah

Hanif menegaskan bahwa nilai transaksi karbon ini diharapkan dapat mencapai Rp16 triliun, dengan perhitungan 1 ton CO₂ ekuivalen bernilai 10 dolar AS.

“Kita harapkan sepulang dari Belem, Brasil, kita akan membawa pulang paling tidak Rp16 triliun dari perdagangan karbon. Angka ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam rangka pencapaian mitigasi,” jelasnya.

KTT COP30 sendiri akan menjadi momentum penting untuk mempercepat implementasi tujuan iklim Perjanjian Paris, dengan fokus pada penurunan emisi gas rumah kaca, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta pendanaan bagi negara berkembang.

Baca Juga :  Andina, Pramugari Kandang Sapi yang Viral di Depok

Tahun ini, konferensi juga menyoroti tema keadilan iklim, transisi energi bersih, kota tangguh terhadap panas ekstrem, serta perlindungan hutan dan keanekaragaman hayati, terutama kawasan Amazon.

Sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia akan menonjolkan potensi besar dalam perdagangan karbon dan ketahanan iklim. Pemerintah berharap langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon global, tetapi juga menjadi bukti kontribusi nyata dalam upaya menekan laju perubahan iklim dunia.***

 

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel