
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana duka menyelimuti markas pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Beirut, Lebanon. Kontingen internasional menggelar upacara penghormatan untuk mengenang gugurnya prajurit TNI, Rico Pramudia, yang wafat akibat luka serius setelah serangan artileri beberapa waktu lalu.
Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Misi sekaligus Komandan UNIFIL, Diodato Abagnara. Dalam sambutannya, ia mengenang dedikasi almarhum yang datang jauh dari tanah air demi menjalankan misi perdamaian di wilayah konflik.
“Kamu datang jauh dari rumah, mengabdi di bawah bendera PBB untuk membawa perdamaian. Di Lebanon selatan, kamu telah memberikan segalanya,” ujar Abagnara dalam pernyataan resmi, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan, semangat dan pengorbanan almarhum akan terus menjadi bagian dari langkah pasukan penjaga perdamaian ke depan.
“Kami akan tetap teguh, bersatu, dan waspada. Ini cara kami menghormatimu—engkau akan selalu kami kenang dalam setiap tugas,” lanjutnya.
Upacara tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Lebanon, Dicky Komar, perwakilan militer Lebanon Brigjen Maroun Azzi, serta perwakilan kontingen Indonesia, Kolonel Allan Surya Lesmana.
Rico, yang diketahui baru menjalani penugasan luar negeri pertamanya sejak April 2025, meninggalkan seorang istri dan anak laki-laki yang masih kecil. Ia sempat dirawat hampir satu bulan di rumah sakit di Beirut sebelum akhirnya dinyatakan gugur.
Peristiwa ini menjadi bagian dari rangkaian eskalasi konflik di Lebanon selatan yang juga merenggut korban dari pasukan penjaga perdamaian. Dalam sebulan terakhir, Indonesia tercatat kehilangan empat prajurit TNI dalam misi UNIFIL.
Sebelumnya, Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat serangan artileri pada akhir Maret. Disusul gugurnya Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ikhwan dalam serangan terhadap konvoi pasukan sehari setelahnya.
Rangkaian insiden tersebut juga menyebabkan sejumlah personel lainnya mengalami luka-luka. Bahkan, bukan hanya Indonesia, pasukan dari Prancis juga dilaporkan kehilangan dua tentaranya dalam serangan terpisah di kawasan yang sama.
Di tengah meningkatnya ketegangan, penghormatan terakhir untuk Rico menjadi simbol duka sekaligus pengingat akan risiko besar yang dihadapi pasukan perdamaian dalam menjalankan mandat internasional di wilayah konflik.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel


































