Menapaktilasi Sejarah di Jabal Uhud, Jemaah Diingatkan Jaga Adab

Jabal Uhud
ilustrasi Jabal Uhud. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Hamparan pegunungan batu yang sunyi di Jabal Uhud selalu menjadi magnet bagi jemaah haji saat berada di Madinah. Di balik lanskapnya yang khas, kawasan ini menyimpan jejak penting sejarah Islam, termasuk peristiwa Perang Uhud yang menelan puluhan syuhada.

Di area ini pula terdapat makam para sahabat Nabi, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib. Tak sedikit jemaah yang menjadikan kunjungan ke Uhud sebagai momen refleksi, mengenang perjuangan dakwah sekaligus memperdalam nilai spiritual.

Namun di tengah antusiasme ziarah, Kementerian Agama Republik Indonesia mengingatkan pentingnya menjaga adab dan ketertiban selama berada di lokasi.

Advertisement

Pentingnya Tertib dan Aman Saat Ziarah

Jemaah diimbau selalu mengenakan identitas resmi seperti kartu dan gelang haji, serta tetap bersama rombongan. Langkah ini penting untuk memudahkan pengawasan dan menghindari risiko terpisah di tengah padatnya pengunjung.

Baca Juga :  Berita Gembira! Biaya Haji 2025 Turun, Jemaah Cukup Bayar Rp55,4 Juta

Selain itu, berjalan sendiri di area Uhud yang luas juga tidak disarankan. Kebersamaan dengan rombongan dinilai lebih aman, sekaligus meminimalisir potensi tersesat maupun gangguan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Koordinasi Jadi Kunci

Dalam aktivitas sederhana seperti menuju fasilitas umum, jemaah diminta tetap berkoordinasi dengan ketua rombongan. Hal ini dilakukan agar keberadaan setiap anggota tetap terpantau dan tidak ada yang tertinggal.

Menjaga Sikap di Area Makam

Saat berada di kawasan makam para syuhada, jemaah diharapkan menjaga ketenangan. Doa dan zikir sebaiknya dilakukan dengan suara pelan sebagai bentuk penghormatan terhadap aturan setempat.

Petugas di lokasi disebut tidak segan menegur jemaah yang melanggar, bahkan meminta mereka meninggalkan area jika dianggap mengganggu ketertiban.

Baca Juga :  Di Tengah Konflik, Iran Tetap Berangkatkan Puluhan Ribu Jemaah Haji

Larangan Merusak Situs Sejarah

Jemaah juga diingatkan untuk tidak melakukan tindakan yang merusak, seperti mencoret-coret batu di sekitar kawasan, termasuk di Bukit Rumat. Perilaku tersebut tidak hanya merusak situs bersejarah, tetapi juga mencoreng citra jemaah.

Ruang Belajar dan Refleksi

Peristiwa Uhud sendiri menjadi pelajaran penting dalam sejarah Islam, terutama tentang kedisiplinan dan ketaatan. Sekitar 70 sahabat gugur dalam peristiwa tersebut, menjadikan kawasan ini sarat makna bagi umat Muslim.

Kini, Jabal Uhud tak sekadar menjadi destinasi ziarah, tetapi juga ruang kontemplasi. Dengan memahami adab yang berlaku, kunjungan ke lokasi ini diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan religi, tetapi juga pengalaman yang memperkuat keimanan dan penghormatan terhadap sejarah Islam.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel