Iran Usulkan Damai Bertahap, Minta Blokade AS Dicabut Lebih Dulu

iran
Menlu Iran Abbas Araghch. Foto: Sputnik

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah kembali mengemuka setelah Iran dilaporkan mengajukan proposal gencatan senjata terbaru kepada Amerika Serikat melalui Pakistan sebagai mediator.

Mengutip laporan Axios yang juga dilansir TRT World dan Al Jazeera, Senin (27/4/2026), proposal tersebut berfokus pada langkah awal membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup akibat konflik antara Iran dengan AS dan Israel.

Dalam usulan itu, Teheran meminta pencabutan blokade laut oleh AS sebagai prasyarat utama, sementara pembahasan terkait program nuklir ditunda ke tahap berikutnya. Selain itu, Iran juga menawarkan perpanjangan gencatan senjata yang berpotensi mengarah pada penghentian konflik secara permanen.

Advertisement
Baca Juga :  Pola Baru Distribusi Hewan Kurban Prabowo di Bogor Dinilai Lebih Merata

Proposal tersebut disebut telah disampaikan Islamabad kepada Gedung Putih. Namun, belum ada kepastian apakah Washington akan menerima skema yang diajukan, mengingat perubahan urutan negosiasi dinilai berisiko mengurangi posisi tawar AS.

Presiden Donald Trump dikabarkan akan menggelar rapat bersama tim keamanan nasional di Situation Room untuk membahas langkah selanjutnya. Pertemuan ini menjadi krusial di tengah kebuntuan diplomatik yang masih membayangi hubungan kedua negara.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, disebut telah membawa proposal tersebut dalam kunjungannya ke Islamabad, sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah pihak seperti Mesir, Turki, dan Qatar yang turut berperan sebagai mediator.

Baca Juga :  Pj. Bupati Bogor : GPM Pastikan Ketersediaan dan Aksesibilitas Pangan Yang Terjangkau Bagi Masyarakat

Meski jalur diplomasi tetap terbuka, perbedaan mendasar masih menjadi penghambat. AS tetap bersikeras agar Iran menghentikan pengayaan uranium dalam jangka panjang serta memindahkan cadangan yang ada—tuntutan yang hingga kini belum disetujui Teheran.

Juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, menegaskan posisi Washington belum berubah.
“Ini adalah pembahasan diplomatik yang sensitif. AS tidak akan bernegosiasi melalui media dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan kepentingan rakyat Amerika, serta tidak mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir,” ujarnya.

Di tengah situasi yang masih rapuh, proposal ini menjadi sinyal bahwa peluang dialog tetap ada—meski jalan menuju kesepakatan damai masih penuh tantangan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel