Minuman Manis Disorot, Menkes Jelaskan Fungsi Label Nutri-Level bagi Konsumen

minuman
ilustrasi Nutri-Level. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat lebih cermat membaca label gizi pada minuman kemasan, khususnya melalui sistem Nutri-Level yang kini mulai diterapkan. Edukasi ini disampaikan menyusul terbitnya kebijakan baru terkait pelabelan gizi pada produk siap saji.

Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 yang mengatur kewajiban pencantuman informasi kandungan gizi dan pesan kesehatan pada minuman siap konsumsi.

Melalui sebuah video, Menkes menekankan pentingnya label Nutri-Level sebagai panduan sederhana bagi konsumen dalam memilih minuman, terutama untuk mengontrol asupan gula harian.

Advertisement
Baca Juga :  Merayakan Hari Persahabatan: Makna dan Cara Menjaga Ikatan Sahabat

“Penting banget kan untuk pasang label Nutri-Level di setiap minuman siap saji biar kalian sebagai pembeli itu tersindir dan tersadar,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, Budi juga mencontohkan kadar gula pada minuman populer seperti matcha yang kerap dikonsumsi sehari-hari. Ia mengungkapkan bahwa satu gelas minuman manis bisa mengandung gula dalam jumlah tinggi.

“Saya tidak menyangka bahwa satu gelas Matcha yang rasanya manis banget ini isinya adalah tiga sampai empat sendok makan gula atau setara 50 gram,” katanya.

Lebih lanjut, ia memaparkan empat kategori dalam sistem Nutri-Level yang dapat membantu masyarakat memahami tingkat kesehatan suatu minuman:

  • Level A: Kategori paling sehat, tanpa tambahan gula, seperti kopi hitam atau americano
  • Level B: Mengandung gula alami dalam jumlah terbatas, misalnya teh manis standar
  • Level C dan D: Mengandung pemanis tambahan atau buatan, yang sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari
Baca Juga :  Jangan Sepelekan Gula! Ini Takaran Maksimal untuk Anak Setiap Hari

“Itu tidak saya rekomendasikan setiap hari!” tegasnya.

Melalui penerapan label ini, pemerintah berharap masyarakat bisa lebih sadar terhadap kandungan gula dalam minuman yang dikonsumsi. Dengan begitu, risiko konsumsi gula berlebih yang dapat berdampak pada kesehatan dapat ditekan.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel