TIMETODAY.ID, JAKARTA — Hidung yang tampak memerah kerap dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi sinyal tubuh terhadap iritasi hingga gangguan kesehatan tertentu. Pada sebagian orang, kemerahan muncul sesaat, namun pada kasus lain dapat bertahan lebih lama tergantung penyebabnya.
Selain perubahan warna, hidung merah sering disertai sensasi panas, gatal, hingga bengkak. Paparan udara dingin, debu, atau sinar matahari bisa menjadi pemicu awal. Namun, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan peradangan atau infeksi yang perlu ditangani lebih serius.
Berikut rangkuman penyebab umum hidung merah dan cara mengatasinya:
Penyebab Hidung Merah
1. Faktor cuaca dan lingkungan
Perubahan suhu ekstrem, angin kencang, hingga paparan polusi dapat membuat pembuluh darah di area hidung melebar. Akibatnya, hidung tampak kemerahan dan terkadang terasa kering atau mengelupas jika terjadi berulang.
2. Infeksi saluran pernapasan
Gangguan seperti flu, pilek, atau Sinusitis dapat memicu peradangan di sekitar hidung. Produksi lendir yang meningkat membuat hidung lebih sering digosok, sehingga memicu iritasi.
3. Rhinitis (alergi dan nonalergi)
Peradangan pada lapisan hidung ini bisa dipicu debu, bulu hewan, atau perubahan cuaca. Selain kemerahan, gejalanya meliputi bersin, hidung gatal, dan berair.
4. Masalah kulit
Kondisi seperti jerawat, Rosacea, dan eksim dapat menyebabkan kemerahan menetap di area hidung. Pada rosacea, kemerahan bahkan bisa bertahan lama dan kambuh akibat pemicu tertentu seperti makanan pedas atau panas.
5. Luka atau gesekan berulang
Kebiasaan mengusap atau menggaruk hidung terus-menerus dapat merusak lapisan kulit, menyebabkan iritasi hingga luka kecil yang membuat hidung tampak merah.
Cara Mengatasi Hidung Merah
Penanganan hidung merah sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu meredakan keluhan:
- Hindari paparan pemicu seperti debu, udara dingin, atau bahan kimia
- Kompres dingin pada area hidung untuk mengurangi kemerahan dan bengkak
- Gunakan pelembap dengan kandungan menenangkan seperti aloe vera
- Kurangi kebiasaan menyentuh atau menggaruk hidung
- Konsumsi obat antihistamin atau dekongestan jika dipicu alergi (sesuai anjuran dokter)
- Gunakan produk perawatan kulit yang lembut jika berkaitan dengan masalah kulit
Meski umumnya tidak berbahaya, hidung merah tetap perlu diwaspadai. Jika kondisi tidak kunjung membaik, semakin parah, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































