Gagal Damai, Amerika Serikat Umumkan Blokade Pelabuhan Iran Mulai 13 April

Amerika Serikat
ilustrasi bendera Amerika Serikat dan iran. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah militer Amerika Serikat mengumumkan rencana blokade terhadap seluruh pelabuhan Iran. Langkah ini dijadwalkan mulai berlaku pada Senin (13/4/2026) waktu setempat, menyusul gagalnya upaya perundingan damai yang digelar sebelumnya di Pakistan.

Mengutip laporan Agence France-Presse (AFP), keputusan tersebut diumumkan sehari sebelumnya, meski kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada pekan lalu untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama enam minggu antara AS-Israel dan Iran.

Komando Pusat AS menyatakan blokade akan diterapkan secara menyeluruh tanpa pengecualian negara.

Advertisement
Baca Juga :  Tersinggung Ucapan Pejabat, Warga Babakan Pasar Protes Pasang Banner "Bukan Kampung Yatim"

“Blokade akan diberlakukan secara adil terhadap seluruh kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, termasuk di kawasan Teluk Arab dan Teluk Oman,” demikian pernyataan resmi militer AS.

Operasi tersebut direncanakan dimulai pukul 14.00 GMT dan akan menyasar aktivitas pelayaran yang terhubung langsung dengan pelabuhan Iran. Meski demikian, AS menegaskan tidak akan mengganggu kapal yang melintasi Selat Hormuz selama tidak menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.

Situasi ini semakin tegang setelah Korps Garda Revolusi Iran sebelumnya menyatakan siap merespons setiap ancaman di jalur strategis tersebut.

Baca Juga :  Langit Gaza Kembali Memerah, Tapi AS Klaim Gencatan Senjata Tak Batal

Mereka menegaskan memiliki kendali penuh atas lalu lintas di Selat Hormuz dan memperingatkan akan bertindak keras terhadap pihak yang mencoba menantang.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump melalui pernyataan di media sosial menyebut langkah ini bertujuan memastikan jalur pelayaran internasional tetap aman.

“Kami ingin membersihkan jalur ini dari ancaman dan membukanya kembali untuk semua negara, tetapi Iran tidak boleh memanfaatkan kendali atas perairan tersebut,” tulis Trump.

Blokade ini diperkirakan akan berdampak luas terhadap perdagangan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel