TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pada pembukaan perdagangan Senin (26/1/2026), nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah, bergerak di zona merah pada level 16.700-an. Data Bloomberg mencatat, dolar AS turun 55 poin atau sekitar 0,33% ke Rp 16.765, setelah sempat berada di level Rp 16.785 saat pembukaan perdagangan.
Sebagai perbandingan, pada penutupan perdagangan Jumat (23/1), dolar AS masih berada di level Rp 16.820. Hari ini, para pelaku pasar memperkirakan pergerakan dolar AS akan berada pada rentang Rp 16.764 hingga Rp 16.787.
Fenomena ini terjadi di tengah fluktuasi dolar AS terhadap mata uang dunia lainnya. Terhadap euro (EUR), misalnya, dolar AS justru menguat 0,34%, sementara terhadap poundsterling (GBP) naik 0,20% dan terhadap dolar Australia (AUD) sebesar 0,42%.
Namun, tren melemah juga terlihat jelas terhadap beberapa mata uang lain. Dolar AS turun 0,96% terhadap yen Jepang (JPY), melemah 0,12% terhadap dolar Kanada (CAD), dan juga turun 0,40% terhadap franc Swiss (CHF).
Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar global yang masih fluktuatif, sementara rupiah terlihat menunjukkan kekuatannya di awal pekan ini.
Seperti dikutip dalam laporan, penguatan rupiah berhasil menekan dolar AS ke level 16.700-an, menandai optimisme pasar terhadap mata uang domestik.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































