TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menata kamar tidur tak sekadar soal estetika, tetapi juga bagaimana menciptakan ruang yang benar-benar mendukung kualitas istirahat. Di tengah tren desain interior yang terus berubah, pilihan warna cat kerap menjadi faktor penentu suasana. Namun, tak semua warna yang sedang populer justru cocok diaplikasikan pada ruang istirahat ini.
Sejumlah desainer interior mengingatkan bahwa pemilihan warna kamar tidur sebaiknya tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mempertimbangkan efek psikologis yang ditimbulkan. Alih-alih menenangkan, beberapa warna justru dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas tidur.
Warna pastel yang terlalu terang
Warna pastel seperti pink cerah atau biru pucat memang tengah digemari karena memberi kesan ceria dan segar.
Namun, menurut desainer dari Stacy Garcia Design, Stacy Garcia, nuansa pastel yang terlalu terang atau dingin justru berpotensi membuat kamar terasa kurang hangat dan cepat terasa usang.
“Warna pastel yang terlalu mencolok cenderung terasa ketinggalan zaman dan kurang memberikan efek menenangkan,” ujarnya.
Sebagai alternatif, ia menyarankan penggunaan warna yang lebih lembut seperti hijau redup, biru kusam, atau tone tanah yang hangat untuk menciptakan suasana yang lebih rileks.
Abu-abu yang terasa dingin
Selama beberapa tahun terakhir, abu-abu menjadi pilihan favorit untuk interior modern, termasuk kamar tidur. Namun, desainer interior Janiece Lonvelin menilai warna ini kurang ideal untuk ruang istirahat.
“Abu-abu memang netral, tetapi sering kali terasa dingin dan kurang ramah untuk ruangan yang seharusnya memberi rasa nyaman,” jelasnya.
Ia menyarankan mengganti dengan warna netral yang lebih hangat seperti krem lembut, putih pucat, hingga terakota agar suasana kamar terasa lebih hidup dan menenangkan.
Warna aksen yang terlalu kuat
Warna-warna aksen seperti biru tua atau hijau lumut juga tengah tren dalam desain interior.
Namun, penggunaannya secara dominan di kamar tidur dinilai kurang tepat.
Desainer Lindsey Jamison menyebut warna aksen yang kuat dapat membuat ruangan terasa berat dan mengganggu ketenangan visual.
“Warna-warna ini bisa terlihat menarik di awal, tetapi lama-kelamaan terasa membosankan dan bahkan membuat ruangan tampak terlalu ramai,” ungkapnya.
Pada akhirnya, kamar tidur bukan sekadar ruang yang mengikuti tren visual, melainkan tempat untuk memulihkan energi. Karena itu, memilih warna yang mampu menghadirkan ketenangan menjadi kunci utama, dibanding sekadar mengejar tampilan yang sedang populer.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































