EIGER Adventure Land Ubah Nasib 600 Warga Lokal Lewat Rekrutmen Massal

EIGER Adventure Land
Suasana seleksi rekrutmen massal EIGER Adventure Land di kawasan ekowisata Kabupaten Bogor. Lebih dari 600 warga Kecamatan Megamendung dan sekitarnya mengikuti proses seleksi yang memprioritaskan tenaga kerja lokal. Foto : Dok. EIGER Adventure Land.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Kehidupan ratusan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kini memasuki babak baru. EIGER Adventure Land membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat sekitar kawasan ekowisata itu melalui rekrutmen massal yang berhasil menjaring lebih dari 600 peserta seleksi.

Proses seleksi yang mencakup uji psikologi dan wawancara mendalam ini secara tegas mengutamakan warga lokal sebagai prioritas penyerapan tenaga kerja. Hasilnya, sedikitnya 200 warga Kecamatan Megamendung kini telah resmi menjadi bagian dari tim EIGER Adventure Land.

Baca Juga :  KLH Cabut 18 Segel KSO, EIGER Adventure Land Segera Beroperasi Kembali

Camat Megamendung, Ridwan, mengakui program ini membawa perubahan langsung pada roda perekonomian warganya. Menurutnya, rekrutmen ini bukan sekadar membuka lapangan kerja, melainkan wujud nyata peningkatan taraf hidup masyarakat setempat.

Advertisement

Komitmen itu rupanya tidak berhenti di sini. Perusahaan memastikan akan terus memperluas penyerapan tenaga kerja lokal seiring rencana pembukaan kawasan kepada publik secara penuh.

Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa standar seleksi perusahaan melampaui sekadar penilaian kompetensi teknis. Karakter dan keselarasan nilai calon karyawan dengan budaya organisasi menjadi penentu utama. Baginya, setiap individu yang bergabung adalah ujung tombak dalam menghadirkan pengalaman bermakna bagi pengunjung sekaligus penjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Tawuran Maut di Bogor

EIGER Adventure Land sendiri merupakan kawasan ekowisata di Kabupaten Bogor yang pengembangannya berjalan seiring dengan program rehabilitasi lahan kritis dan pelestarian ekosistem hutan.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel