
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua kembali diliputi duka. Insiden penembakan pesawat milik Smart Air di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, berujung pada gugurnya dua pilot yang tengah menjalankan tugas penerbangan.
Serangan diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesaat setelah pesawat mendarat.
Aparat kepolisian mengungkapkan, tembakan dilepaskan dari arah hutan yang berada di sekitar area bandara, sebuah lokasi yang selama ini menjadi akses penting transportasi udara bagi masyarakat setempat.
“Pada saat mendarat mendapat penyerangan berupa penembakan ke arah pesawat dari arah hutan samping areal bandara,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).
Pesawat Smart Air tersebut sebelumnya berangkat dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT dengan membawa 13 penumpang. Penerbangan itu dipiloti Kapten Egon Erawan bersama Kopilot Kapten Baskoro. Keduanya dilaporkan meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Informasi mengenai adanya korban jiwa diterima aparat beberapa jam setelah insiden terjadi. Polisi kemudian memastikan bahwa korban merupakan pilot dan kopilot pesawat yang tengah menjalankan tugas penerbangan di wilayah terpencil Papua.
“Pada pukul 13.27 WIT, Polres Boven Digoel telah mendapat informasi adanya korban jiwa akibat penyerangan, yaitu dua orang yang diduga adalah pilot dan kopilot,” ujarnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polda Papua segera berkoordinasi dengan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz.
Tim gabungan direncanakan diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan lebih lanjut, termasuk pengamanan wilayah dan pendalaman investigasi. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko penerbangan perintis yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Selain menghubungkan daerah-daerah terpencil, penerbangan tersebut juga menjadi jalur distribusi logistik dan kebutuhan dasar warga.
Kepergian dua pilot dalam peristiwa ini menambah daftar panjang tantangan keamanan transportasi udara di kawasan tersebut, sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi dunia penerbangan dan masyarakat yang selama ini bergantung pada layanan penerbangan perintis.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































