Sertifikat IG untuk Durian Merah Banyuwangi, Nilai Budaya dan Ekonomi Naik

Durian merah Banyuwangi
Durian Merah Banyuwangi kini secara resmi mendapatkan pengakuan berupa sertifikat Indikasi Geografis. Foto: Istimewa

TIMETODAY.ID, JAKARTA Durian merah Banyuwangi kini resmi mendapat pengakuan hukum sebagai produk khas daerah setelah dianugerahi sertifikat Indikasi Geografis (IG). Buah yang selama ini menarik perhatian karena warna dagingnya yang mencolok ini menjadi durian merah pertama di Indonesia yang terlindungi status IG, menegaskan bahwa durian dari Banyuwangi tidak bisa disamakan dengan durian dari daerah lain.

Pengakuan resmi ini bukan sekadar formalitas. Selain menjamin keaslian nama dan kualitas, sertifikat IG juga menjadi bukti pentingnya durian merah dari sisi budaya dan pertanian.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut kabar tersebut dengan antusias.

Advertisement

“Alhamdulillah, sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi sudah terbit. Ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk durian merah,” ujar Ipuk, dikutip dari detikJatim, 23 Januari 2026.

Baca Juga :  Getaran Gempa Banyuwangi Guncang Bali, Puskesmas hingga Rumah Warga Retak

Lebih dari sekadar label, Ipuk menekankan manfaat nyata bagi petani lokal. Dengan perlindungan IG, nilai jual durian merah diperkirakan meningkat, sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah penghasil durian unik.

Kawasan sentra durian merah, seperti Kecamatan Songgon, pun berpotensi berkembang menjadi tujuan wisata agro.

Durian merah Banyuwangi memiliki karakteristik istimewa. Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan, “Durian merah atau Durio zibethinus L. memiliki daging buah berwarna merah dengan aroma kuat dan tekstur lembut. Rasanya khas, berbeda dari durian pada umumnya, dan tumbuh berkat kombinasi faktor alam Banyuwangi yang unik, mulai dari jenis tanah, iklim, hingga ketinggian wilayah.”

Baca Juga :  Ikhtiar TP PKK Kota Bogor Bangun Kesehatan Mental

Keunikan durian merah juga terlihat dari warna daging yang bervariasi, mulai dari merah pekat hingga merah semburat, serta bentuk buah yang bulat hingga lonjong dengan daging tebal. Saat ini, tercatat hanya enam pohon induk yang didaftarkan IG dengan produksi rata-rata 4 ton per tahun.

Durian merah Banyuwangi berasal dari enam varietas unggul nasional, yaitu Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan.

Varietas ini ditanam di sejumlah kecamatan, termasuk Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono, menjadikannya produk khas yang sekaligus memperkaya identitas agro lokal.

Dengan pengakuan Indikasi Geografis ini, durian merah Banyuwangi tidak hanya menjadi simbol keunikan kuliner, tetapi juga peluang ekonomi dan wisata bagi masyarakat setempat.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel