Rumah Tak Layak Huni Jadi Saksi Perjuangan Pedagang Es Gabus

Rumah Tak Layak Huni
Tulisan "Rumah tak Layak Huni (Rutilahu)" terpampang di bagian depan rumah Sudrajat di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pedagang es gabus yang viral dituduh menggunakan bahan spons oleh sejumlah aparat TNI dan Polri. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Tulisan “Rumah Tak Layak Huni (Rutilahu)” terpampang di bagian depan rumah Sudrajat (50), pedagang es gabus yang viral dituduh menggunakan bahan spons oleh sejumlah aparat TNI-Polri saat berjualan, Sabtu (24/1/2025).

Rumah sederhana itu berlokasi di dalam gang sempit di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kondisi hunian tersebut menjadi gambaran nyata perjuangan Sudrajat menghidupi keluarganya dari berjualan es gabus.

Sudedi (72), tetangga Sudrajat, menuturkan pria itu telah menghuni lingkungan tersebut sejak lama.

Advertisement
Baca Juga :  6 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Bogor Bakal Dibedah Tahun Depan

“Kalau tinggal di sini sudah lama, sekitar 30 tahunan,” kata Sudedi saat ditemui di lokasi.

Sudrajat menggantungkan hidup dari berjualan es gabus. Ia memiliki seorang istri dan lima anak. Namun, karena keterbatasan ekonomi, kelima anaknya tidak dapat melanjutkan pendidikan.

“Ada istri dan anaknya lima, putus sekolah semua setahu saya. Yang dua sudah kerja di pasar,” ujar Sudedi.

Sebagai tulang punggung keluarga, Sudrajat dikenal warga sebagai pribadi sederhana dan tidak bermasalah.

Baca Juga :  10 Tahun Bertugas, Suhendar Dijamu di Balai Kota Bogor

“Sama tetangga nggak pernah berantem, nggak pernah apa. Menurut saya orangnya biasa saja. Kalau masalah perbuatan-perbuatan yang nggak baik ya nggak pernah,” kata Sudedi.

Aktivitas Sudrajat sehari-hari pun terbilang rutin. Pagi berangkat berjualan, sore pulang dan beristirahat. Demikian seterusnya.

Sudedi menambahkan, rumah Sudrajat sempat mendapat perbaikan melalui program bantuan pemerintah.

“Sudah dibenerin dari pemerintah, baru dari pemerintah saja, belum dari yang lain,” pungkasnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel