BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Berlanjut, 40 Kecamatan di Bogor Masuk Zona Rawan

Cuaca ekstrem
Adam Hamdani selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor. Foto: bogortoday.com/Rifki Ramadhan.

TIMETODAY.ID, BOGORCuaca ekstrem diperkirakan masih akan membayangi Kabupaten Bogor hingga Februari 2026. Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada seluruh wilayah kecamatan di daerah itu, seiring meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan prediksi itu merujuk pada pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Cuaca ekstrem dari BMKG kemungkinan akan berakhir di bulan Februari,” kata Adam, Senin (26/1/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Bus Rombongan Pejabat Unpam Hancur Tertimpa Besi Tol Cipali, 1 Orang Meninggal Dunia

Adam menjelaskan, tidak ada satu pun dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor yang benar-benar aman dari ancaman dampak cuaca ekstrem. Seluruh wilayah dinilai memiliki potensi kerawanan bencana, terutama akibat perubahan pola angin yang tidak lazim dalam beberapa waktu terakhir.

“Untuk di Kabupaten Bogor hampir menyeluruh di 40 kecamatan rawan bencana. Kebetulan ada pergerakan angin yang menuju Jawa, Sumatra, ataupun Kalimantan yang menyebabkan cuaca ekstrem,” ungkapnya.

Baca Juga :  Deretan Drama Romantis China yang Bikin Hati Hangat dan Sulit Berhenti Nonton

Menghadapi situasi tersebut, BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini. Salah satunya dengan menyiapkan perlengkapan darurat yang dapat digunakan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Adam menekankan pentingnya setiap keluarga memiliki tas siaga yang berisi kebutuhan dasar dan dokumen penting.

“Menyiapkan segala peralatannya seperti tas siaga yang berisi mulai kebutuhan pribadi, seperti ijazah, obat-obatan, ataupun hal lain yang sekiranya untuk keperluan pribadi,” tutupnya.***

Editor : Syafira

Sumber : Bogortoday.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel