Pahlawan Super Hulk Turun ke Jalan Bela Nasib Sopir Angkot Bogor

pahlawan super Hulk
Seorang demonstrasn mengecat badannya menyerupai tokoh pahlawan super Hulk berorasi di atas mobil komando saat aksi unjuk rasa ribuan sopir angkot di halaman Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026). Mereka menolak rencana Pemkot Bogor menghapus 1.940 unit angkot yang dinilai melampaui batas usia operasional. Foto : timetoday.id/Aditya Nugraha.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Sosok karakter pahlawan super Hulk menjadi sorotan dalam aksi unjuk rasa ratusan sopir dan pengusaha angkutan kota (angkot) di depan Balai Kota Bogor, Kamis (22/1/2026). Kehadiran tokoh berkulit hijau dengan otot kekar ini mencuri perhatian publik di tengah aksi protes yang digelar sejak pukul 09.00 WIB.

Sosok Hulk terlihat aktif, dia duduk di atas kap dan menyuarakan dukungan kepada para sopir angkot. Penampilan unik ini sontak membuat aksi yang diikuti ratusan massa menjadi magnet, banyak warga yang berbondong-bondong mengambil foto sang pahlawan super.

Hingga berita ini diturunkan, identitas sebenarnya dari sosok Hulk tersebut belum dapat dikonfirmasi. Namun, beberapa sopir mengaku bahwa ia adalah salah satu rekan mereka yang sengaja mengenakan kostum untuk menarik perhatian media dan pemerintah.

Advertisement

Seperti diketahui, unjuk rasa tersebut merupakan penolakan wacana Pemerintah Kota Bogor menghapus 1.940 unit angkot yang dinilai sudah melampaui batas usia operasional.

Baca Juga :  26 Pejabat Pemkot Bogor Dilantik, RSUD dan Disnaker Dapat Pimpinan Baru

Saat berorasi, salah seorang pengunjuk rasa melontarkan kritik keras kepada Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Dengan logat Sunda, ia mengingatkan wali kota tentang masa kampanye pemilihan kepala daerah.

“Baheula weh datang ka aing pas pilkada, ari giliran geus jadi mah poho jeung teu berpihak ka rakyat (Dulu datang ke kami saat Pilkada, giliran sudah menjabat malah lupa dan tidak berpihak pada rakyat),” teriak orator tersebut. Ucapannya disambut sorak-sorai para sopir.

Koordinator aksi perwakilan Trayek 03, Ganda, menyatakan penghapusan angkot akan memutus mata pencaharian ribuan sopir. Ia meminta pemerintah kota mempertimbangkan nasib keluarga para pengemudi sebelum melaksanakan kebijakan itu.

“Kita minta kebijakan penghapusan angkot tua itu tidak usah. Kalau dihapus, anak istri kita mau makan apa? Kalau memang mau dihapus, kasih kami pekerjaan yang layak,” ujar Ganda saat ditemui di lokasi aksi.

Baca Juga :  Festival Merah Putih 2025, Kolaborasi untuk Indonesia, dari Hati Warga Bogor

Ganda menilai solusi penyaluran sopir ke program transportasi massal BisKita belum menjawab persoalan. Menurutnya, jumlah armada BisKita tidak sebanding dengan ribuan sopir angkot yang terancam kehilangan pekerjaan.

Para pengunjuk rasa mengajukan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak Pemkot Bogor memperpanjang batas usia operasional angkot hingga 2030. Selain itu, mereka meminta dibukanya kembali program peremajaan angkutan sesuai Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2023 serta keberlanjutan program reduksi dan rerouting yang menyentuh pasar-pasar subsidi.

“Batasan usia sampai 2030 kalau bisa. Peremajaan dibuka kembali bersama reduksi. Kami minta itu dibuka kembali agar keberlangsungan usaha kami tetap terjamin,” tutup Ganda.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel