Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

Gunung Semeru
Gunung Semeru erupsi, Foto: PVMBG

TIMETODAY.ID, JAKARTA Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Rabu (14/1/2026), gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh sekitar 5.000 meter, mengarah ke sektor tenggara dan selatan. Aktivitas ini menegaskan bahwa Semeru masih berada dalam fase aktif dengan status Level III atau Siaga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, awan panas guguran teramati meluncur cukup jauh meski kondisi puncak gunung didominasi kabut tebal.

“Gunung dominan tertutup kabut,” tulis PVMBG dalam laporan tertulisnya.

Advertisement

Kondisi cuaca di sekitar kawasan Gunung Semeru dilaporkan berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat daya dengan suhu udara berkisar antara 22 hingga 23 derajat Celsius.

Baca Juga :  Pemkot Bogor dan Pijar Foundation Tandatangani Nota Kesepakatan Program FutureGen for Change

Kabut menutup tubuh gunung pada ketinggian 0–II hingga 0–III, sementara asap kawah tidak terpantau secara visual.

Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, PVMBG kembali menegaskan batas-batas aman yang harus dipatuhi masyarakat.

Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Tak hanya itu, area di luar radius tersebut pun tetap menyimpan potensi bahaya. Masyarakat diimbau menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan.

Jalur ini dinilai rawan terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Baca Juga :  Berulang Kali Meletus, Semeru Keluarkan Abu hingga 1.000 Meter

Ancaman lain yang tak kalah serius adalah lontaran material pijar. PVMBG mengingatkan warga agar tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena batu pijar.

Selain Besuk Kobokan, potensi bahaya juga mengintai di aliran sungai dan lembah lain yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Sungai-sungai kecil yang merupakan anak aliran Besuk Kobokan pun berpotensi dilalui lahar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

PVMBG mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rekomendasi resmi, serta mengikuti perkembangan informasi aktivitas Gunung Semeru demi keselamatan bersama.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel