Erupsi Pagi Hari, Gunung Lewotobi Laki-Laki Semburkan Abu ke Arah Barat Laut

Gunung Lewotobi Laki-Laki
Erupsi kembali terjadi di Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Flores Timur, NTT, pada Rabu pagi (10/6/2026) sekitar pukul 05.23 WITA. Foto: PVMBG

TIMETODAY.ID, JAKARTAGunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Rabu (10/6/2026) pukul 05.23 WITA. Letusan tersebut menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter dari puncak gunung.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat hingga barat laut. Aktivitas erupsi juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 24,4 milimeter dan durasi sekitar 3 menit 13 detik.

Meski aktivitas vulkanik masih berlangsung, status Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini tetap berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi guna menghindari potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Advertisement
Baca Juga :  Gunung Bur Ni Telong Berstatus Siaga, Gempa Beruntun Picu Kenaikan Aktivitas

Warga diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah maupun instansi terkait. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Selain potensi erupsi, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah banjir lahar hujan. PVMBG mengingatkan masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di kawasan puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Baca Juga :  Truk Rem Blong Seruduk Minibus di Bogor, Pejalan Kaki Luka Serius

Beberapa daerah yang berpotensi terdampak banjir lahar hujan antara lain Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Sementara itu, warga yang berada di kawasan terdampak hujan abu vulkanik disarankan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan akibat paparan abu.

PVMBG juga meminta pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, guna memastikan informasi perkembangan aktivitas vulkanik dapat segera diteruskan kepada masyarakat.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel