TIMETODAY.ID, BOGOR – Kepolisian Sektor Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat membantah keras beredarnya kabar mengenai pelarian tahanan dari Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) setempat. Bantahan disampaikan Kapolsek Parung Panjang, Kompol M Taufiq.
Ia menegaskan, informasi yang tersebar di masyarakat tersebut sama sekali tidak berdasar dan dapat dikategorikan sebagai berita bohong atau hoaks. Menurutnya, dalam kurun waktu hampir satu pekan terakhir, Mapolsek Parung Panjang tidak menahan satu pun tersangka terkait kasus tindak pidana.
“Itu tidak benar ada tahanan yang kabur, 100 persen tidak benar. Sudah hampir satu minggu ini di Mapolsek Parung Panjang tidak ada satu orang pun yang menjadi tahanan,” ujar Taufiq, Selasa (13/1/2026).
Lebih lanjut, Taufiq menyayangkan penyebaran informasi yang tidak akurat tersebut. Ia menyoroti bahwa berita yang beredar dibuat dan disebarluaskan tanpa melalui proses konfirmasi kepada pihak berwenang, dalam hal ini dirinya selaku Kapolsek Parung Panjang.
“Tidak ada konfirmasi sama sekali kepada saya. Jadi informasi itu tidak benar,” tegasnya.
Taufiq juga mengingatkan pentingnya literasi digital dan kehati-hatian masyarakat dalam menerima informasi. Ia berharap setiap kabar atau informasi yang diterima masyarakat harus melalui proses penelitian dan verifikasi terlebih dahulu sebelum disebarluaskan ke publik.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Taufiq menyampaikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Parung Panjang dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ada hal-hal yang mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
“Kondisi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Parung Panjang kondusif dan tidak ada hal-hal yang mengganggu kondisi kamtibmas,” ungkap Taufiq.
Kabar mengenai pelarian tahanan dari Mapolsek Parung Panjang mulai beredar sejak Senin (12/1/2026) dini hari. Informasi yang tersebar menyebutkan sejumlah tahanan kabur saat waktu subuh dari Mako Polsek Parung Panjang.
Munculnya informasi tersebut diduga terkait dengan situasi ricuh akibat aksi penutupan usaha pertambangan oleh masyarakat di tiga wilayah, yakni Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang pada hari yang sama. Namun, Taufiq menegaskan tidak ada korelasi antara aksi masyarakat tersebut dengan kabar pelarian tahanan yang tidak berdasar.
Dengan begitu, Taufiq mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat diharapkan dapat memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum menyebarluaskannya guna menghindari kepanikan dan kerugian yang tidak perlu.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































