TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Bogor berencana menambah tiga sektor baru guna memperluas jangkauan layanan di wilayah bumi Tegar Beriman. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pelayanan yang belum optimal di sejumlah kawasan strategis.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya baru memiliki 11 sektor dan satu pos pemadam kebakaran yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Dengan total 410 anggota, kapasitas layanan dinilai masih jauh dari ideal untuk melayani wilayah seluas 2.986,95 kilometer persegi dengan jumlah penduduk yang terus bertambah.
“Kita memiliki 11 sektor dan satu pos yang tersebar di seluruh wilayah. Total anggota kami 410 orang, dengan satu pos khusus terdiri dari tujuh anggota tim penyelamat (rescue) dan sisanya petugas pemadam kebakaran,” ujar Yudi, Kamis (8/1/2026).
Penambahan sektor baru, menurut Yudi, bukan sekadar ekspansi kelembagaan, melainkan respons terhadap kondisi geografis Kabupaten Bogor yang luas dengan sebaran permukiman yang tidak merata.
Tiga wilayah prioritas yang menjadi target pembangunan sektor baru adalah kawasan barat, selatan, dan timur yang selama ini memiliki waktu tanggap (response time) relatif lama saat terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya.
“Penambahan sektor sangat dibutuhkan untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal, terutama di bagian barat, selatan, dan timur Kabupaten Bogor. Jarak yang jauh dari sektor terdekat menjadi kendala utama dalam kecepatan respons,” jelasnya.
Dalam upaya mewujudkan rencana tersebut, Dinas Damkar dan Penyelamatan menggandeng pihak pengembang perumahan (developer) yang memiliki kawasan di wilayah-wilayah strategis. Yudi menyebut beberapa nama pengembang besar yang telah diminta kontribusinya.
“Kami berharap ada peran aktif dari pengembang. Kami sudah mengajukan permintaan untuk wilayah barat di kawasan Podomoro Tenjo, wilayah selatan di Summarecon, dan wilayah timur di Citra Indah,” papar Yudi.
Jika rencana penambahan tiga sektor baru terealisasi, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bogor akan melengkapi masing-masing sektor dengan unit pemadam lengkap beserta penambahan personel. Yudi menegaskan bahwa kelengkapan fasilitas dan kecukupan sumber daya manusia menjadi kunci efektivitas operasional sektor-sektor baru tersebut.
“Sektor baru akan kami lengkapi dengan unit pemadam dan penambahan anggota. Ini penting agar sektor tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi benar-benar fungsional,” tegasnya.
Secara ideal, menurut Yudi, satu sektor pemadam kebakaran memerlukan minimal 30 personel untuk dapat beroperasi secara optimal dengan sistem shift yang memadai. Dengan target 20 sektor di masa mendatang, kebutuhan personel minimal mencapai 600 orang. Saat ini, dengan 11 sektor dan 410 anggota, rasio personel per sektor baru sekitar 37 orang, angka yang masih di atas standar minimal, namun belum cukup untuk mengantisipasi pertumbuhan wilayah layanan.
“Idealnya satu sektor itu minimal 30 personel. Kalau nanti kita punya 20 sektor, berarti minimal butuh 600 personel. Ini yang terus kami upayakan melalui koordinasi dengan kementerian terkait,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan personel, Dinas Damkar dan Penyelamatan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), mengenai kemungkinan pembukaan formasi penerimaan anggota baru.
Yudi berharap agar proses rekrutmen ke depan dapat memprioritaskan warga lokal yang memiliki kemampuan dan berdomisili di sekitar lokasi sektor baru. Langkah ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan personel, tetapi juga memberikan peluang kerja bagi masyarakat setempat sekaligus mempercepat pemahaman terhadap kondisi geografis wilayah yang akan dilayani.
“Kami berharap kalau ada penerimaan anggota baru, bisa memprioritaskan warga di lokasi-lokasi seperti Parung Panjang atau Cariu. Mereka lebih memahami medan dan aksesibilitas di wilayah tersebut,” tegas Yudi.
Yudi menargetkan pembangunan tiga sektor baru dapat dimulai pada tahun ini. Apabila proses perizinan, koordinasi dengan pengembang, dan alokasi anggaran berjalan lancar, ketiga sektor tersebut diharapkan sudah dapat beroperasi penuh pada 2027.
“Target kami, pembangunan tiga sektor baru ini bisa dimulai tahun ini. Kalau prosesnya lancar, tahun depan sektor-sektor tersebut sudah bisa beroperasi dan melayani masyarakat,” tutup Yudi.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































