Manus Resmi Diakuisisi Meta, Xiao Hong Raih Kesepakatan AI Terbesar 2025

Xiao Hong
Xiao Hong Raih Kesepakatan AI Terbesar 2025. Foto: Twimg

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Keputusan Xiao Hong menolak tawaran akuisisi dari ByteDance akhirnya berbuah hasil jauh lebih besar. Startup kecerdasan buatan (AI) yang dipimpinnya, Manus, resmi diakuisisi Meta dengan nilai sekitar USD 2 miliar atau setara Rp 33 triliun, bergantung pada asumsi nilai tukar.

Kesepakatan yang diumumkan pada akhir Desember 2025 itu menjadi salah satu akuisisi AI terbesar Meta sepanjang tahun. Akuisisi ini sekaligus mengangkat nama Xiao Hong, CEO Manus berusia 33 tahun asal China, ke jajaran elite pemimpin teknologi AI global.

Sebelum mencapai kesepakatan dengan Meta, Xiao Hong sempat menerima proposal akuisisi dari ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk salah satu produk AI yang ia kembangkan. Nilai tawaran tersebut dilaporkan mencapai puluhan juta dolar AS.

Advertisement

Namun Xiao memilih menolak dan melanjutkan pengembangan teknologi dengan target valuasi jangka panjang.

Langkah tersebut dinilai berisiko, mengingat ketatnya persaingan industri AI global serta dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan China. Meski demikian, Xiao meyakini teknologi yang dikembangkan perusahaannya masih memiliki potensi besar untuk tumbuh.

Baca Juga :  Meta Rilis Smart Glasses Baru Tanpa Merek Ray-Ban, Harga Mulai USD 299

Perjalanan Xiao Hong di industri AI bermula dari Monica.ai, sebuah ekstensi browser berbasis kecerdasan buatan yang kerap dijuluki sebagai “ChatGPT untuk Google.”

Produk ini berhasil menarik lebih dari 10 juta pengguna global melalui fitur produktivitas seperti pencarian real-time, peringkasan dokumen, dan sintesis informasi lintas sumber.

Kesuksesan Monica.ai kemudian menjadi pijakan lahirnya Manus. Pada 6 Maret 2025, Manus diperkenalkan sebagai “agen AI umum” yang dirancang untuk bekerja secara otonom, tidak hanya merespons perintah pengguna, tetapi juga merencanakan, mengeksekusi, dan mengevaluasi tugas-tugas kompleks secara mandiri.

Manus dengan cepat menarik perhatian komunitas teknologi global. Platform ini viral karena kemampuannya menyelesaikan tugas end-to-end, mulai dari pengembangan kode full-stack, penyusunan rencana perjalanan personal, analisis saham, hingga pengeditan video.

Dalam sejumlah pengujian benchmark AI, Manus disebut mampu menyaingi bahkan melampaui performa model AI terkemuka.

Baca Juga :  Nubia Focus 2 5G: HP Rp 2 Jutaan dengan Kamera 108MP

Tingginya minat publik membuat akses beta Manus sempat diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar sekunder. Popularitas tersebut juga memunculkan diskusi mengenai keamanan data serta penggunaan arsitektur multi-model dalam sistem AI yang dikembangkan Manus.

Akuisisi Manus menegaskan arah strategi Meta di bawah kepemimpinan Mark Zuckerberg. Meta disebut ingin bergerak melampaui chatbot konvensional menuju pengembangan agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang mampu bertindak sebagai asisten digital otonom bagi pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Usai akuisisi, Xiao Hong dilaporkan akan bekerja dalam struktur kepemimpinan Meta, sementara teknologi Manus akan diintegrasikan ke dalam ekosistem AI Meta, termasuk pengembangan model Llama.

Perjalanan Xiao Hong dari pengembang proyek AI berbasis platform lokal hingga memimpin startup yang diakuisisi raksasa teknologi global menjadi contoh bagaimana keberanian menolak tawaran besar di tahap awal dapat berujung pada kesepakatan bernilai jauh lebih tinggi di masa depan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel