TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menjelang lonjakan konsumsi pada Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah kembali memperketat pengawasan harga pangan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan, harga bahan pangan tidak boleh dijual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut tidak lagi akan disikapi dengan sekadar imbauan.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa negara hadir untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi masyarakat dari praktik perdagangan yang merugikan. Ia menyebut, pemerintah akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba memainkan harga, terutama melalui praktik perantara atau middleman yang memperkeruh pasar.
“Saya sampaikan, jangan melanggar HET, yang melanggar HET kita tindak, bukan lagi imbauan, masa imbauan sudah selesai, tapi melanggar HET kita tindak, dan Satgas Pangan langsung turun menindak,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/12/2025).
Menurut Amran, praktik spekulatif yang dilakukan perantara tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga menciptakan kondisi pasar yang tidak sehat. Karena itu, penegakan aturan HET menjadi langkah penting untuk memastikan distribusi dan harga pangan tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Sebagai pejabat yang juga menjabat Menteri Pertanian, Amran menjelaskan bahwa kebijakan pengamanan pasokan dan harga pangan dirancang untuk menjaga keseimbangan antara berbagai kepentingan—mulai dari produsen di hulu, pedagang di rantai distribusi, hingga konsumen di hilir.
Pemerintah, kata dia, terus berupaya agar harga pangan tetap terjangkau tanpa mengorbankan kesejahteraan petani dan pelaku usaha. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.
Untuk mendukung stabilitas tersebut, Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah, akan terus menggencarkan operasi pasar, memperlancar distribusi pangan, dan mengakselerasi berbagai program stabilisasi harga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Langkah ini diharapkan mampu meredam gejolak harga sekaligus menjaga ketersediaan pangan di tengah meningkatnya permintaan jelang akhir tahun.
“Kita bergandengan tangan, kolaborasi, sehingga Natal dan tahun baru berjalan baik. Intinya kita ingin produsen bahagia, pedagang untung, dan konsumen tersenyum. Itu kesepakatan kita,” tutup Amran.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































