Baznas Kabupaten Bogor Targetkan Penghimpunan ZIS Rp17 Miliar pada 2025

Baznas
Kepala Baznas Kabupaten Bogor, K.H. Lesmana, usai Rapat Koordinasi UPZ 2025 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (6/11/2025). (Foto: timetoday.id/Amelia Azizah.)

TIMETODAY.ID, BOGOR — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bogor terus berupaya meningkatkan kinerja seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) demi mencapai target penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp17 miliar pada tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Baznas Kabupaten Bogor, K.H. Lesmana, usai menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi UPZ Tahun 2025 yang digelar di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (6/11/2025). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai UPZ tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

“Hari ini ada Rakor Baznas tingkat kabupaten. Kita diundang semua UPZ tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten, jumlahnya kurang lebih 500 peserta, untuk evaluasi tentang kualitas-kualitas Baznas di Kabupaten Bogor,” ujar Lesmana.

Advertisement
Baca Juga :  Usai Lantik Direksi Perumda PPJ, Bima Arya Rapat di Warteg Sambil Santap Siang

Lesmana mengungkapkan, hingga November 2025, Baznas Kabupaten Bogor telah menghimpun sekitar Rp11 miliar dari target Rp17 miliar. Ia optimistis dalam dua bulan ke depan, sisa kekurangan sekitar Rp6,2 miliar dapat dikejar.

“Target kita tahun ini 17 miliar, tetapi baru nyampe 11. Jadi mudah-mudahan ada waktu dua bulan lagi untuk mengejar target. Kekurangannya masih 6,2 miliar,” katanya.

Selain fokus pada peningkatan penghimpunan, Baznas juga memperkuat sistem penyaluran zakat melalui empat bidang wakil ketua yang menangani penghimpunan, penyaluran, keuangan, dan sumber daya manusia.

“Alhamdulillah kerja sama berjalan baik. Kita ikut dalam berbagai kegiatan seperti kunjungan kerja Bupati, pernikahan massal, penyunatan massal, hingga program Jumling (Jumat Keliling),” tutur Lesmana.

Baca Juga :  Jelang HPN, PWI Kabupaten Bogor Gelar Aksi Bersih-Bersih di CFD

Tahun ini, Baznas Kabupaten Bogor juga memprioritaskan bantuan modal pada sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Untuk modal, sekarang kita difokuskan ke pertanian. Tahun kemarin ke perdagangan, sekarang pertanian, ketahanan pangan,” ungkapnya.

Selain itu, Baznas turut memperkuat implementasi regulasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2018, serta merencanakan pemotongan infak dan sedekah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Insyaallah tahun ini kita juga akan memotong P3K, tapi bukan zakat ya, melainkan infaq dan shodaqoh,” pungkas Lesmana.***

Editor : Syafira

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel