Timur Tengah Memanas, Trump Isyaratkan Serangan ke Iran di Tengah Upaya Damai

trump
Donald Trump dalam pertemuan Board of Peace di Washington DC. Foto/Tim Media Prabowo

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas terhadap Iran. Pernyataan tersebut muncul di saat diplomasi antara Washington dan Teheran justru sedang berjalan intens.

Langkah ini menyusul keputusan Washington meningkatkan secara signifikan kekuatan angkatan laut Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Penambahan armada militer disebut sebagai tekanan strategis agar Iran bersedia mencapai kesepakatan baru terkait pengendalian program nuklirnya.

Trump sebelumnya memberi sinyal keras kepada Teheran. Ia memperingatkan bahwa “hal-hal buruk” bisa terjadi jika tidak ada kesepakatan dalam batas waktu yang awalnya 10 hari, sebelum kemudian diperpanjang menjadi 15 hari.

Advertisement

Ketika ditanya langsung oleh wartawan mengenai kemungkinan operasi militer terbatas, Trump menjawab singkat namun tegas.

Baca Juga :  Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025

“Yang paling bisa saya katakan – saya sedang mempertimbangkannya.”

Di sisi lain, Iran justru menunjukkan sinyal diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan draf proposal kesepakatan dengan Amerika Serikat hampir rampung setelah perundingan di Jenewa awal pekan ini.

“Saya yakin dalam dua atau tiga hari ke depan, itu akan siap, dan setelah konfirmasi akhir dari atasan saya, itu akan diserahkan kepada Steve Witkoff,” katanya, merujuk pada negosiator utama Washington untuk kawasan Timur Tengah.

Araghchi juga menegaskan bahwa pembicaraan tidak mencakup tuntutan penghentian total program pengayaan uranium Iran, berbeda dengan pernyataan sejumlah pejabat Amerika.

“Kami belum menawarkan penangguhan apa pun, dan pihak AS belum meminta nol pengayaan,” ujarnya dalam wawancara televisi AS.

Menurutnya, fokus negosiasi saat ini adalah memastikan bahwa program nuklir Iran tetap bersifat damai.

Baca Juga :  Antara Ancaman dan Diplomasi, Trump Gerakkan Kapal Perang AS ke Iran

“Yang sedang kita bicarakan sekarang adalah bagaimana memastikan bahwa program nuklir Iran, termasuk pengayaan, bersifat damai dan akan tetap damai selamanya,” tambahnya.

Selama bertahun-tahun, negara-negara Barat menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir. Tuduhan tersebut terus dibantah Teheran, yang bersikeras bahwa pengayaan uranium dilakukan untuk kebutuhan sipil seperti energi dan riset.

Di balik tarik-menarik diplomasi dan ancaman militer, Iran juga menghadapi tekanan internal. Sanksi ekonomi Barat yang berkepanjangan disebut telah memperburuk kondisi ekonomi nasional, memicu gelombang protes besar yang berkembang menjadi gerakan anti-pemerintah dalam beberapa bulan terakhir.

Situasi ini menempatkan Timur Tengah pada persimpangan krusial: antara peluang tercapainya kesepakatan diplomatik baru atau risiko eskalasi konflik yang lebih luas jika negosiasi gagal.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel