TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi banyak orang, hidup di negara yang aman bukan sekadar bebas dari kejahatan. Keamanan sejati juga menyangkut stabilitas politik, penegakan hukum, dan suasana sosial yang memberi ketenangan batin.
Menariknya, meskipun konflik global menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir, hasil Laporan Keselamatan Global Gallup 2025 justru memperlihatkan bahwa 73% penduduk dunia merasa aman berjalan sendirian di malam hari angka tertinggi dalam hampir dua dekade. Sebagai perbandingan, pada 2006 tingkat persepsi keselamatan global baru mencapai 63%.
Singapura, Negeri Mini dengan Rasa Aman Maksimal
Dalam laporan tersebut, Singapura menempati posisi teratas sebagai negara paling aman di dunia. Sebanyak 98% penduduknya mengaku merasa aman berjalan sendirian di malam hari, termasuk 97% perempuan angka yang hampir sempurna.
Negeri tetangga Indonesia ini memang dikenal dengan sistem hukum yang tegas dan disiplin masyarakatnya yang tinggi. Tak heran, tingkat kriminalitas di Singapura termasuk yang terendah di dunia.
“Singapura bukan hanya aman secara statistik, tapi juga dalam rasa,” tulis Gallup dalam laporannya.
Dominasi Asia dan Timur Tengah
Selain Singapura, daftar 10 besar negara paling aman didominasi oleh negara-negara Asia dan Timur Tengah. Tajikistan dan China berbagi posisi tinggi dengan 95% dan 94%, diikuti oleh Oman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang mencatat tingkat persepsi keamanan serupa.
Kawasan Teluk, yang dahulu dikenal dengan dinamika politiknya, kini menjelma menjadi simbol stabilitas dan keamanan. Sementara itu, Norwegia menjadi satu-satunya negara Eropa yang masuk dalam daftar 10 besar sebuah bukti bahwa rasa aman kini bukan lagi monopoli dunia Barat.
10 Negara Paling Aman di Dunia (Gallup Global Safety Report 2025)
- Singapura – 98%
- Tajikistan – 95%
- China – 94%
- Oman – 94%
- Arab Saudi – 93%
- Hong Kong SAR – 91%
- Kuwait – 91%
- Norwegia – 91%
- Bahrain – 90%
- Uni Emirat Arab – 90%
Kesenjangan Gender di Negara Maju
Laporan Gallup juga mencatat kesenjangan mencolok dalam persepsi keamanan antara pria dan perempuan di beberapa negara maju. Di Amerika Serikat, misalnya, hanya 58% perempuan yang merasa aman, jauh di bawah 84% pria — selisih hingga 26 poin persentase.
Kesenjangan ini menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan rasa aman, terutama bagi kelompok rentan.
Afrika Selatan dan Amerika Latin di Posisi Terbawah
Di sisi lain, Afrika Selatan menempati posisi terbawah dalam daftar negara paling tidak aman di dunia. Hanya 33% warganya yang merasa aman berjalan sendirian di malam hari.
Kekerasan jalanan, perampokan, dan lemahnya sistem kepolisian menjadi penyebab utama. Di kawasan Amerika Latin, Chili dan Ekuador juga mencatat tingkat rasa aman yang rendah, masing-masing di angka 39% dan 38%.
10 Negara Paling Tidak Aman di Dunia
- Chad – 41%
- Myanmar – 41%
- Eswatini – 40%
- Zimbabwe – 40%
- Chili – 39%
- Ekuador – 38%
- Liberia – 37%
- Botswana – 34%
- Lesotho – 34%
- Afrika Selatan – 33%
Makna dari Angka-Angka Ini
Meski statistik bisa berbeda tiap tahun, tren Gallup 2025 memberi harapan: semakin banyak orang di dunia merasa aman di lingkungannya sendiri.
Di tengah berbagai gejolak global, rasa aman rupanya tetap bisa tumbuh terutama di negara-negara yang menyeimbangkan ketegasan hukum, keteraturan sosial, dan kepercayaan publik terhadap aparatnya.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































