
TIMETODAY.ID, BOGOR – Ratusan warga Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar aksi protes terhadap pengelola wisata Gunung Salak Endah (GSE), Jumat (25/4/2025). Aksi ini dipicu kenaikan tarif masuk kawasan wisata yang mencapai hampir 300 persen.
Massa yang sebagian besar bergantung pada sektor pariwisata tersebut memblokade pintu gerbang utama kawasan wisata di wilayah Lokapurna, Desa Pamijahan. Aparat kepolisian dan TNI dikerahkan untuk mengamankan situasi dan mengajak warga berdialog.
Tarif masuk kawasan GSE yang semula Rp17.000 kini menjadi Rp40.000 per orang. Warga menilai lonjakan harga ini menyebabkan penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan dan berdampak langsung pada pendapatannya.
Ketua Lokapurna, Daden Amir Hamzah, menyebut aksi ini merupakan bentuk puncak kekecewaan warga terhadap kebijakan pengelola.
“Itu adalah manifestasi kekesalan saya terhadap kenaikan tarif yang cukup tinggi. Ini mengakibatkan pengunjung menurun,” kata Daden.
Ia juga menyoroti kurangnya peningkatan fasilitas meskipun tarif sudah dinaikkan.
“Sudah baik seharusnya jika ada perbaikan, tetapi fasilitas tetap tidak memadai. Jalan masih rusak. Kami minta tarif diturunkan kembali seperti semula,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, pengelola GSE, Darul Dinas, menjelaskan bahwa kenaikan tarif disebabkan oleh kebijakan baru pemerintah pusat terkait tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2024.
“Dengan aturan baru ini, tiket masuk menjadi Rp30.000, ditambah asuransi Rp2.000, dan jasa wisata Rp8.000. Totalnya Rp40.000,” jelas Darul.
Darul menambahkan bahwa pengelola tidak memiliki kewenangan untuk menurunkan tarif karena besaran PNBP ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat.
Sumber : beritasatu.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































