Kenapa Listrik di Rumah Sering Turun? Ini Penjelasannya

Listrik
ilustrasi stop kontak untuk mengalirkan Listrik di rumah. Foto: detik.com

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Listrik di rumah yang tiba-tiba padam tanpa adanya pemadaman dari PLN sering membuat penghuni panik. Kondisi yang kerap disebut listrik “jepret” atau turun ini umumnya terjadi karena sistem pengaman listrik memutus aliran arus untuk mencegah kerusakan yang lebih serius.

Selain mengganggu aktivitas, listrik yang berulang kali turun juga tidak boleh dianggap sepele. Jika penyebabnya adalah gangguan instalasi listrik, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko korsleting hingga kebakaran.

Spesialis Keselamatan Listrik sekaligus dosen kelistrikan di Politeknik Negeri Jakarta, A Damar Aji, menjelaskan bahwa listrik turun umumnya dipicu oleh penggunaan daya yang melebihi kapasitas maupun adanya kerusakan pada sistem kelistrikan rumah.

Advertisement

“Kalau yang cepat itu ada yang koslet. Koslet itu ada yang ketemu kabel dengan kabel. Itu bisa bikin kebakaran,” ujar Damar.

Baca Juga :  Lantai Kamar Mandi Kusam dan Menguning? Coba Bersihkan dengan Bahan Rumahan Ini

Beban Listrik Melebihi Kapasitas

Penyebab paling umum listrik sering turun adalah penggunaan peralatan elektronik secara bersamaan hingga melampaui daya listrik yang tersedia di rumah.

Perangkat berdaya besar, seperti pendingin ruangan, pemanas air, setrika, rice cooker, atau mesin cuci yang digunakan dalam waktu bersamaan dapat membuat Miniature Circuit Breaker (MCB) bekerja memutus aliran listrik sebagai bentuk perlindungan.

Untuk mencegah hal tersebut, penghuni rumah disarankan mengatur penggunaan peralatan elektronik agar tidak menyala secara bersamaan. Jika kebutuhan listrik terus meningkat, penambahan daya listrik dapat menjadi solusi.

Instalasi atau Kabel Mengalami Kerusakan

Selain kelebihan beban, kondisi kabel dan instalasi listrik juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Isolasi kabel yang rusak, longgar, atau mulai terkelupas dapat menyebabkan kebocoran arus hingga korsleting.

Apabila ditemukan kabel yang mengalami kerusakan, sebaiknya segera diganti menggunakan material yang sesuai standar. Pengerjaan instalasi listrik juga disarankan dilakukan oleh teknisi berkompeten atau petugas yang berwenang agar tetap aman.

Baca Juga :  Final Destination: Bloodlines" Kembali dengan Teaser Mengerikan, Inilah Sinopsisnya!

Bolehkah Listrik Langsung Dinyalakan Kembali?

MCB yang turun umumnya boleh dinaikkan kembali setelah dipastikan tidak ada masalah pada penggunaan listrik di rumah. Namun, jika listrik kembali padam berulang kali dalam waktu singkat, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada instalasi atau peralatan listrik.

Apabila listrik terus-menerus jepret meski beban sudah dikurangi, penghuni rumah sebaiknya segera meminta pemeriksaan oleh teknisi listrik atau menghubungi PLN untuk memastikan penyebabnya.

Memastikan kapasitas listrik sesuai kebutuhan, menggunakan instalasi yang memenuhi standar, serta rutin memeriksa kondisi kabel menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan listrik sekaligus mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel