TIMETODAY.ID, JAKARTA — Focaccia adalah roti khas Italia yang memiliki tekstur lembut di dalam namun renyah di luar, dengan cita rasa gurih dan aroma khas minyak zaitun. Roti ini sering dianggap sebagai “sepupu” dari pizza karena adonannya mirip — berbahan dasar tepung terigu, ragi, air, garam, dan minyak zaitun — tetapi lebih tebal dan empuk.
Focaccia berasal dari wilayah Liguria, Italia utara, tepatnya dari kota Genoa, yang terkenal dengan sebutan Focaccia Genovese. Nama “focaccia” sendiri berasal dari bahasa Latin focus, yang berarti “perapian”, karena pada zaman Romawi kuno roti ini dipanggang di atas batu panas atau oven tanah liat.
Kini, focaccia sudah punya banyak variasi di seluruh Italia dan dunia. Ada yang menambahkan topping seperti tomat ceri, bawang, zaitun hitam, rosemary, keju, hingga kentang. Di beberapa daerah, focaccia bahkan disajikan sebagai roti sarapan, sandwich, atau pendamping sup dan salad.
Karakteristik Focaccia
- Tekstur: Lembut dan berpori, seperti roti ciabatta, namun lebih kenyal.
- Rasa: Gurih dengan aroma khas minyak zaitun dan garam laut.
- Topping: Umumnya rosemary dan garam kasar, tapi bisa dikreasikan dengan sayuran, keju, atau buah zaitun.
- Cara penyajian: Dapat disajikan hangat, dingin, atau dipanggang ulang sebentar sebelum makan.
Resep Focaccia Sederhana
Bahan-bahan:
- 500 gram tepung terigu protein tinggi
- 2 sdt garam
- 7 gram ragi instan (1 bungkus kecil)
- 350 ml air hangat
- 4 sdm minyak zaitun (plus tambahan untuk olesan)
- 1 sdt gula pasir
Topping klasik:
- 2–3 sdm minyak zaitun
- Daun rosemary segar (secukupnya)
- Garam kasar / sea salt flakes
- (Opsional) irisan tomat ceri atau zaitun hitam
Cara Membuat:
1. Aktifkan ragi
Campurkan air hangat, gula, dan ragi instan. Aduk perlahan dan diamkan selama ±10 menit hingga berbusa.
2. Uleni adonan
Dalam wadah besar, campurkan tepung dan garam. Tuang larutan ragi sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan spatula atau tangan. Tambahkan minyak zaitun, lalu uleni hingga adonan kalis (sekitar 8–10 menit).
Tip: Adonan focaccia agak lembek — itu normal karena menghasilkan tekstur empuk dan berpori.
3. Fermentasi pertama
Tutup wadah dengan plastik wrap atau kain lembap. Diamkan selama ±1 jam di suhu ruang hingga mengembang dua kali lipat.
4. Bentuk dan fermentasi kedua
Tuang adonan ke loyang yang sudah diolesi minyak zaitun. Ratakan dengan tangan, lalu diamkan lagi selama ±30 menit.
5. Buat “lesung” khas focaccia
Tekan-tekan permukaan adonan dengan ujung jari hingga terbentuk lekukan kecil. Siram permukaannya dengan minyak zaitun, taburi rosemary dan garam kasar (serta topping tambahan jika mau).
6. Panggang
Masukkan ke oven yang sudah dipanaskan (200°C) selama ±25 menit hingga berwarna keemasan dan harum.
7. Sajikan
Angkat dan dinginkan sebentar di rak kawat. Sajikan focaccia hangat dengan sup, salad, atau cukup dinikmati begitu saja dengan tambahan minyak zaitun dan balsamic vinegar.
Tips & Variasi:
- Untuk aroma lebih kuat, tambahkan bawang putih cincang halus atau keju parmesan di atasnya sebelum dipanggang.
- Bisa juga diberi topping manis seperti madu dan buah ara (sweet focaccia).
- Simpan dalam wadah tertutup di suhu ruang maksimal 2 hari, atau di freezer hingga 1 minggu.
Penutup
Focaccia bukan sekadar roti — ia adalah simbol kehangatan khas dapur Italia. Teksturnya yang lembut, rasa gurih, dan aroma rosemary yang menggoda membuatnya cocok untuk segala suasana: dari sarapan santai hingga jamuan elegan.***







































