TIMETODAY.ID, JAKARTA — Wacana penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mulai bergulir di tengah upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang bahwa tarif PPN bisa saja diturunkan pada tahun 2026, setelah sebelumnya dinaikkan menjadi 11 persen.
“Kita baru naik ya dari 10 persen ke 11 persen? Jadi gini, kita akan lihat seperti apa akhir tahun, ekonomi seperti apa, uang yang saya dapati seperti apa sampai akhir tahun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Menurut Purbaya, keputusan terkait penyesuaian tarif PPN akan sangat bergantung pada kondisi perekonomian nasional serta realisasi penerimaan negara hingga penghujung 2025. Ia menekankan bahwa langkah ini tidak akan diambil secara terburu-buru.
“Saya sekarang belum terlalu clear, nanti akan kita lihat, bisa nggak kita turunkan PPN. Itu untuk mendorong daya beli masyarakat ke depan tetapi kita pelajari hati-hati,” ujarnya.
Purbaya menyebut, penurunan tarif PPN bisa menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan daya beli masyarakat, terutama jika tekanan harga dan perlambatan ekonomi masih berlanjut tahun depan.
Namun, di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan bahwa penerimaan negara tetap terjaga agar ruang fiskal tidak terganggu.
Sebagai catatan, tarif PPN terakhir kali naik pada 2022, dari 10 persen menjadi 11 persen di bawah kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Kala itu, pemerintah juga menetapkan tarif PPN barang mewah sebesar 12 persen, sebagai bagian dari reformasi perpajakan nasional.
Kini, di bawah kepemimpinan Purbaya, arah kebijakan fiskal tampaknya akan lebih berfokus pada pemulihan konsumsi domestik dan stabilitas daya beli.
Sinyal hati-hati yang disampaikan sang menkeu menunjukkan bahwa pemerintah tengah menimbang dengan cermat antara kebutuhan efisiensi fiskal dan dorongan pertumbuhan ekonomi rakyat.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































