TIMETODAY.ID, BOGOR — Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah mulai terasa dampaknya bagi sektor perhotelan di Kabupaten Bogor. Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, sejumlah hotel di wilayahnya mulai merasakan penurunan tingkat hunian yang cukup signifikan sejak diberlakukannya kebijakan tersebut.
“Efisiensi ngaruh, cukup pengaruh, karena hotel di kita itu tidak hanya untuk tamu-tamu yang sifatnya pengunjung berwisata, tetapi hotel ini punya fasilitas mess untuk meeting intensif seperti itu,” ujar Boboy, Rabu (15/10/2025).
Ia menjelaskan, sektor perhotelan di Kabupaten Bogor tidak hanya bergantung pada wisatawan, tetapi juga pada kegiatan instansi pemerintah yang sering menggunakan hotel untuk rapat, pelatihan, dan acara resmi.
Namun, sejak Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran diberlakukan, kegiatan tersebut mulai berkurang.
“Ini yang sekarang jadi pertanyaan kita bagaimana efisiensi ya mungkin akibat Inpres 1 Tahun 2025 masih belum terbuka seperti awal-awal dulu. Termasuk juga tadi kegiatan-kegiatan dinas yang biasanya dilakukan di hotel ini masih belum maksimal,” tambahnya.
Kebijakan efisiensi itu membuat banyak instansi pemerintah kini memindahkan kegiatan ke gedung internal atau kantor milik sendiri, sehingga secara langsung menurunkan tingkat okupansi hotel-hotel lokal.
“Mungkin karena dampak dari kegiatan-kegiatan yang dibiayai dari APBN atau APBD yang belum,” katanya.
Meski memahami semangat efisiensi anggaran pemerintah, PHRI berharap kebijakan tersebut dapat ditinjau ulang dengan memperhatikan keseimbangan antara efisiensi dan keberlanjutan ekonomi lokal.
Menurut Boboy, sektor perhotelan merupakan salah satu pilar penting yang menopang perekonomian daerah, menyediakan lapangan kerja, serta mendorong perputaran ekonomi dari sektor pariwisata dan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).
Di tengah upaya efisiensi nasional, pelaku industri hotel di Bogor kini berharap agar kebijakan pemerintah dapat berjalan seiring dengan dukungan terhadap sektor jasa yang turut berperan menjaga denyut ekonomi daerah.***
Editor : Syafira
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































