TIMETODAY.ID, JAKARTA — Gelombang serangan militer Israel dalam dua hari terakhir memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk dari DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam 48 jam terakhir, Israel melancarkan serangan ke lima wilayah berbeda di Qatar, Suriah, Lebanon, Tunisia, dan Gaza.
PKS menilai tindakan Israel ini bukan sekadar operasi militer, melainkan ancaman serius terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah sekaligus perdamaian dunia.
“Serangan Israel ke Qatar dan negara-negara lain bukan hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam stabilitas kawasan dan perdamaian dunia,” ujar Ketua Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri DPP PKS, Syahrul Aidi Maazat, mengutip dari okezone.com, Kamis (11/9/2025).
“Oleh karena itu, PKS memandang ini sebagai agresi militer yang harus dihentikan segera,” sambungnya.
Serangan paling mengejutkan terjadi pada Selasa (9/9), ketika jet tempur Israel menggempur ibu kota Qatar, Doha. Targetnya adalah para pemimpin Hamas yang tengah membahas gencatan senjata.
Serangan tersebut menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk warga sipil, sementara pemerintah Qatar mengecam keras aksi itu sebagai agresi brutal dan pelanggaran kedaulatan negara.
Tidak berhenti di sana, Israel juga menyerang Suriah, dengan membombardir instalasi pertahanan udara di Latakia, Homs, dan Palmyra. Di Lebanon, serangan drone menargetkan kendaraan yang diduga membawa anggota Hezbollah di Jiyyeh, selatan Beirut, melukai sejumlah orang.
Sementara di Tunisia, serangan diarahkan ke kapal Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Gaza pun tak luput dari gempuran, baik dari darat maupun udara, khususnya di distrik Rimal. Ribuan warga sipil terpaksa mengungsi ke zona kemanusiaan akibat serangan beruntun tersebut.
Melihat rangkaian eskalasi ini, PKS mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam.
“Pemerintah Indonesia harus memberikan sikap keras serangan Israel terhadap Qatar, Suriah, Lebanon, dan Gaza melalui forum PBB dan OKI meminta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah konkret untuk menghentikan agresi Israel dan melindungi kedaulatan negara-negara yang diserang,” tegas Syahrul.
Ia juga menyerukan agar Indonesia menggalang dukungan diplomatik lebih aktif bersama ASEAN, OKI, parlemen dunia, dan Gerakan Non-Blok.
“Seluruh elemen bangsa Indonesia harus melakukan tindakan lebih aktif menggalang dukungan diplomatik bersama negara-negara ASEAN, OKI, parlemen dunia dan Gerakan Non-Blok untuk menekan Israel serta memperkuat bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan masyarakat sipil yang terdampak di Qatar, Suriah, dan Lebanon,” lanjutnya.
PKS menegaskan bahwa sikap pasif tidak bisa menjadi pilihan. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki tanggung jawab moral sekaligus konstitusional.
“Indonesia tidak boleh bersikap netral terhadap pelanggaran kedaulatan dan kemanusiaan ini. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar dan pendukung kemerdekaan Palestina, Indonesia harus berdiri di garda terdepan membela keadilan dan perdamaian,” pungkas Syahrul.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































