TIMETODAY.ID, JAKARTA — Langit Sanaa, ibu kota Yaman, kembali diselimuti asap tebal pada Rabu (10/9/2025). Ledakan bom yang diluncurkan militer Israel menghantam kawasan yang disebut sebagai markas komando milisi Houthi, meninggalkan jejak puing dan korban berjatuhan.
Mengutip Reuters, serangan diarahkan ke dua lokasi: Sanaa dan Jawf, wilayah yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi. AFP mencatat, menurut keterangan pihak Houthi, sedikitnya 35 orang tewas dan 118 lainnya terluka.
Di media sosial X, juru bicara kementerian kesehatan Houthi, Anees Alasbahi, menuliskan,
“Pertahanan sipil, ambulans, dan tim penyelamat sedang mencari kemungkinan korban lain yang masih hilang.” Upaya penyelamatan masih berlangsung di tengah kepulan asap dan reruntuhan bangunan yang telah lama menjadi basis komando Houthi.
Serangan ini bukan yang pertama. Bulan lalu, Perdana Menteri Houthi Ahmed Ghaleb Nasser al-Rahawi, sembilan menteri, serta dua staf kabinet terbunuh akibat gempuran serupa saat menghadiri rapat kabinet di Sanaa.
Kini, giliran kota Al-Hazm di Provinsi Jawf yang menjadi sasaran. Menurut laporan televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi, bom menghantam cabang bank sentral dan melukai sejumlah pegawai.
Kecaman datang dari berbagai pihak. Dari Gaza, faksi Hamas menyebut serangan itu sebagai tindakan brutal.
“Serangan barbar,” demikian istilah yang digunakan dalam pernyataan resmi mereka, sambil menegaskan bahwa tindakan Israel melanggar hukum internasional dan kedaulatan Yaman.
Hamas juga menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Yaman serta memuji Houthi yang tetap konsisten mendukung warga Palestina di Gaza meski harus menanggung kerugian besar.
Mereka mendesak negara-negara Arab, Muslim, dan komunitas internasional untuk segera bertindak menghentikan eskalasi serta meminta pertanggungjawaban Israel atas dugaan kejahatan perang.
Ledakan di Sanaa dan Jawf menambah daftar panjang eskalasi militer Israel di kawasan. Bagi warga sipil, dentuman bom itu bukan sekadar berita, melainkan kenyataan pahit yang merenggut nyawa dan mengoyak rasa aman.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com, AFP, Reuters.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































