
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong pencak silat Cimande menjadi kegiatan ekstrakurikuler sekolah sebagai langkah strategis untuk melestarikan seni bela diri tradisional sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat menghadiri Festival dan Kejuaraan Pencak Silat Cimande tingkat kabupaten yang digelar di Padepokan Silat Cimande, Kecamatan Caringin, Jawa Barat, Sabtu (6/9/2025). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor dengan Pusat Pencak Silat Aliran Cimande (PPSAC).
“Ke depan, kita menginginkan pencak silat Cimande bisa dipelajari semua generasi,” ujar Rudy dalam sambutannya.
Rudy mencatat bahwa pencak silat Cimande bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga sarana pembentukan karakter, peningkatan kebugaran, dan pelestarian nilai-nilai budaya. Ia menyarankan agar pengajar silat di sekolah berasal dari guru maupun pelatih asli Cimande yang memahami filosofi dan tradisi yang melekat dalam aliran tersebut.
“Silat Cimande adalah salah satu aliran tertua di Indonesia yang lahir di Kabupaten Bogor. Pada masa perjuangan kemerdekaan, kemampuan bela diri ini menjadi bekal masyarakat sebelum mengenal senjata modern,” tambahnya.
Plt. Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menyebutkan bahwa festival silat Cimande telah menjadi agenda tahunan yang konsisten digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelangsungan tradisi.
“Silat Cimande telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda yang diakui dunia. Hal ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Bogor dalam melestarikan tradisi agar tetap hidup di tengah masyarakat,” kata Ria.
Tahun ini, selain piala dan piagam, panitia menyediakan satu set gamelan gendang penca sebagai hadiah khusus bagi juara umum, simbol penghargaan terhadap pelestarian seni dan budaya lokal.




































