Makna di Balik Tema HUT ke-80 RI, Dari Persatuan hingga Indonesia Emas

tema HUT ke-80
Makna di Balik Tema HUT ke-80 RI. Foto : Dok. pramukadiy.or.id

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah menetapkan tema HUT ke-80 Republik Indonesia tahun 2025, yakni “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini mencerminkan visi besar untuk mewujudkan persatuan nasional, kesejahteraan rakyat, dan kemajuan Indonesia secara menyeluruh.

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Noudhy Valdryno, menyampaikan bahwa tema tersebut menggambarkan semangat bangsa Indonesia dalam menjunjung tinggi kerukunan dan gotong royong, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Anak-anak kita dipastikan mendapatkan makanan bergizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan difasilitasi akses ke pendidikan lewat Sekolah Rakyat. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan yang merata,” ujar Noudhy dikutip dari beritasatu.com, Jumat (25/7/2025).

Sementara itu, frasa “Indonesia Maju” menjadi simbol cita-cita kolektif untuk meningkatkan daya saing global, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta mewujudkan visi “Indonesia Emas”.

“Masyarakat dapat merasakan langsung kemajuan ini melalui peluang yang lebih luas, pemerataan pendidikan, dan rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia,” tambahnya.

Logo HUT ke-80 RI yang diluncurkan pemerintah juga sarat makna, terdiri dari tiga elemen utama. Bentuk inti mencerminkan persatuan sebagai dasar kedaulatan. Garis manifestasi dalam bentuk angka 80 menggambarkan perjalanan kolektif rakyat Indonesia menuju kehidupan adil dan bermartabat. Sedangkan bentuk utuh logo melambangkan sinergi seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan kemajuan yang merata.

“Simbol ini menjadi doa yang mengamini sinergi seluruh komponen bangsa dalam mendorong kemajuan berkelanjutan di seluruh penjuru negeri,” tutur Noudhy.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi, kejelasan arah kebijakan, serta kepercayaan publik sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Di tengah tantangan komunikasi digital, ia mengimbau masyarakat untuk semakin cermat dan kritis terhadap disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu persatuan nasional.

Logo resmi HUT ke-80 RI merupakan hasil kolaborasi antara Panitia Nasional HUT ke-80 RI, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI). Logo terpilih merupakan karya Bram Patria Yoshugi, terpilih dari 245 kandidat terbaik.

“Presiden Prabowo Subianto bahkan ikut langsung dalam proses pemilihan logo yang memiliki makna paling kuat,” pungkas Noudhy.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  BMKG Catat Gempa M 5,8 di Tenggara Bitung, Tidak Berpotensi Tsunami

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel